Lewoleba, RakyatLembata.ID – Ribuan anak dan remaja Katolik tetap menunjukkan semangat iman yang tinggi meski diguyur hujan saat mengikuti prosesi penutupan Jambore Anak dan Remaja Misioner Dekenat Lembata.
Kegiatan yang berlangsung di lapangan sepak bola Desa Pada, Kecamatan Nubatukan, Minggu (26/4/2026) ini menjadi puncak pertemuan akbar generasi muda Katolik di wilayah tersebut.
Hadir dalam acara tersebut Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lembata, Ny. Ursula Surat Bayo, tokoh agama, serta tokoh masyarakat, yang semakin menambah kekhidmatan suasana.
Ekaristi Dipimpin Uskup Larantuka
Penutupan jambore diawali dengan Perayaan Ekaristi Kudus yang dipimpin langsung oleh Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro.
Dalam homilinya, Uskup Hans menggunakan simbol liturgi untuk menyampaikan pesan iman kepada para peserta.
Ia menjelaskan bahwa topi uskup melambangkan kemuliaan tertinggi yang harus dicapai manusia melalui kesetiaan kepada Tuhan, sementara tongkat gembala menjadi simbol penuntun umat agar tetap berada di jalan kebenaran.
Dorong Kemandirian dan Spiritualitas
Selain pesan spiritual, Uskup juga menyoroti pentingnya kemandirian ekonomi masyarakat. Ia menilai potensi alam Lembata sangat mendukung pengembangan sektor peternakan.
Pesan tersebut selaras dengan program prioritas Pemerintah Kabupaten Lembata di sektor Nelayan, Tani, dan Ternak (NTT).
Uskup mengajak umat untuk produktif mengelola lahan, namun tetap menjaga integritas sebagai pelayan Tuhan.
Ribuan Peserta Tetap Antusias
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Lebih dari seribu anak dan remaja yang tergabung dalam Teen School of Mission (TISOM) Angkatan Pertama tetap setia mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai, meskipun cuaca tidak menentu.
Panitia mencatat dukungan dari umat dan orang tua justru semakin kuat selama pelaksanaan jambore yang berlangsung selama tiga hari tersebut.
Awal Misi Baru Remaja Katolik
Turut hadir dalam kegiatan ini Romo Deken Lembata RD. Blasius Masan Kleden, anggota DPRD Lembata, jajaran pemerintah daerah, serta para imam dan suster.
Penutupan jambore ini diharapkan menjadi awal bagi para remaja misioner untuk kembali ke paroki masing-masing dengan semangat persatuan, iman yang kuat, serta komitmen untuk menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat. (*/rl1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
