Ia mengingatkan para peserta untuk memegang teguh tiga fungsi utama ASN, yakni sebagai pelaksana kebijakan publik yang patuh regulasi, pelayan masyarakat yang prima, serta perekat dan pemersatu bangsa.
Gubernur juga menuntut perubahan paradigma kerja dari pola konvensional menuju sistem berbasis kinerja dan digitalisasi.
“Sudah tidak ada lagi pola kerja sekadar datang, absen, pulang. ASN ke depan harus bekerja seperti sektor profesional: berbasis hasil, disiplin, dan inovatif. Mereka yang mampu menghadirkan gagasan baru akan menjadi motor perubahan,” tegasnya.
Dorong ASN Muda Beli Produk Lokal di NTT Mart
Selain fokus pada pelayanan birokrasi, Gubernur Laka Lena juga mengajak para ASN muda memiliki semangat willingness to change (kemauan untuk berubah) demi kemajuan daerah.
Secara khusus, ia mendorong para peserta Latsar untuk menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan dengan cara mempromosikan dan membeli produk UMKM lokal melalui platform NTT Mart.
“ASN NTT harus menjadi cahaya perubahan, hadir membawa solusi, melayani dengan hati, dan menjadi penggerak terwujudnya NTT yang maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Ribuan CPNS NTT Ikuti Latsar Tahun 2026
Pada kesempatan yang sama, Plt. Kepala BPSDMD Provinsi NTT, Flavianus Dua, melaporkan bahwa pelatihan ini dirancang selama 65 hari kerja (setara 599 jam pembelajaran) dengan metode kombinasi antara pembelajaran mandiri, distance learning, aktualisasi di tempat kerja, hingga pembelajaran klasikal.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
