Pilar pertama berfokus pada percepatan pembangunan jalan provinsi, pembangunan jembatan strategis, dan rehabilitasi infrastruktur pascabencana.
Sedangkan pilar kedua menitikberatkan pada dukungan pembiayaan melalui APBN, penyelesaian persoalan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang jalan, serta percepatan alih status ruas jalan provinsi strategis menjadi jalan nasional.
Sebagai bagian dari usulan tersebut, Pemerintah Provinsi NTT mengajukan:
- 19 ruas jalan strategis di 19 kabupaten sepanjang sekitar 348 kilometer dengan kebutuhan investasi sekitar Rp1,544 triliun.
- Tujuh jembatan strategis dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp105,13 miliar.
Prioritas pembangunan diarahkan untuk memperkuat konektivitas wilayah daratan Timor yang berbatasan langsung dengan Timor Leste, memulihkan infrastruktur pascabencana di Flores dan Alor, serta meningkatkan akses menuju kawasan pariwisata dan sentra produksi di Sumba, Rote Ndao, dan Sabu Raijua.
Pemerintah Pusat Siap Kawal Usulan Infrastruktur NTT
Menanggapi pemaparan tersebut, Sekretaris Kemenko IPK RI Ayodhia G. L. Kalake memberikan apresiasi atas keseriusan Pemerintah Provinsi NTT yang dinilai telah menyiapkan usulan secara matang dengan dukungan dokumen teknis dan prioritas yang jelas.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
