“Turun langsung ke lapangan bukan untuk pencitraan atau sekadar mengangkat batu demi kebutuhan media sosial, tetapi untuk memastikan bahwa pemerintah benar-benar bekerja bersama masyarakat,” tegas Bupati.
Ia mengajak seluruh aparatur pemerintah dan masyarakat membangun budaya kerja yang berorientasi pada hasil, bukan sekadar kegiatan simbolis.
Menurutnya, setiap program pembangunan harus diselesaikan secara tuntas agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Minta Pembangunan Selesai Tepat Waktu
Bupati juga meminta kepala sekolah, panitia pembangunan, serta pengawas proyek untuk mengawal seluruh proses pembangunan agar kualitas pekerjaan tetap terjaga.
Ia menargetkan pembangunan TK Lesu Mani dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan, yakni dalam waktu 90 hari.
Menurutnya, pengawasan yang baik menjadi kunci agar fasilitas pendidikan tersebut dapat dimanfaatkan secepatnya oleh para siswa.
Keterbatasan Anggaran Tak Boleh Hambat Pembangunan
Dalam kesempatan itu, Kanisius Tuaq mengakui kondisi fiskal Pemerintah Kabupaten Lembata masih menghadapi berbagai tantangan, sebagaimana dialami banyak pemerintah daerah lainnya di Indonesia, termasuk di Nusa Tenggara Timur.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan pembangunan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
