iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Rupiah Melemah, Ibu Rumah Tangga Diminta Lebih Ketat Atur Keuangan Keluarga

200
ilustrasi keuangan
Ilustrasi
  • Bagikan

Jakarta, RakyatLembata.ID – Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai memengaruhi harga berbagai kebutuhan rumah tangga.

Sejumlah produk seperti susu anak, pampers, kosmetik, hingga barang kebutuhan sehari-hari yang masih bergantung pada bahan baku impor berpotensi mengalami kenaikan harga.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!
Baca Juga:
Demi Xpander, Mitsubishi Bakal Mengimpor Kembali Pajero Sport

Kondisi ini membuat masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, perlu lebih cermat dalam mengatur keuangan keluarga agar pengeluaran tetap terkendali di tengah tekanan ekonomi.

Perencana keuangan Andy Nugroho mengatakan, langkah paling penting saat harga barang naik adalah memperketat budgeting dan menyusun skala prioritas pengeluaran rumah tangga.

“Ketika harga barang naik sementara penghasilan tidak naik, otomatis kita harus lebih kencang lagi melakukan budgeting dan membuat skala prioritas pengeluaran,” ujar Andy.

Prioritaskan Kebutuhan Wajib

Menurut Andy, pengeluaran keluarga harus dibagi berdasarkan tingkat kepentingannya agar kondisi finansial tetap aman.

Prioritas utama adalah kebutuhan wajib yang tidak bisa ditunda, seperti cicilan utang, biaya sekolah anak, pembayaran listrik dan air, serta kebutuhan pokok rumah tangga lainnya.

“Pengeluaran yang sangat penting dan wajib harus diutamakan dulu,” katanya.

Baca Juga:
Sosok New Nissan Livina Terungkap, Apa Kata NMI?

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID

+ Gabung

  • Bagikan