Bupati Lembata Kejar 2.000 Hektare Lahan untuk Investasi dan Hilirisasi Jambu Mete

bupati lembata
Rapat Koordinasi Program Strategis Kementerian Pertanian Tingkat Kabupaten Lembata yang dibuka Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, di Aula Kantor Lurah Lewoleba Timur, Senin (31/8/2026). (Foto: Prokopim Lembata)
  • Bagikan

Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memberikan pengalaman bagi petani dalam mengoptimalkan lahan kering yang tersedia.

Pada sektor perkebunan, pemerintah juga mendorong perluasan dan peremajaan tanaman jambu mete, kakao serta kopi robusta.

Baca Juga:
Peringatan May Day di Lembata, Fokus Penguatan SDM dan Koperasi TKBM Lewoleba

Pengembangan komoditas tersebut diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan produksi bahan mentah, tetapi juga menciptakan nilai tambah melalui pengolahan dan hilirisasi.

Penyuluh Diminta Aktif Dampingi Petani

Bupati Kanis Tuaq meminta para penyuluh pertanian mengambil peran aktif dalam menyukseskan berbagai agenda strategis tersebut.

Para penyuluh diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi pendampingan teknis, tetapi juga membantu masyarakat mengoptimalkan potensi lahan dan komoditas yang dimiliki.

Khusus terkait rencana investasi jambu mete, pendampingan diperlukan untuk memastikan lahan potensial dapat teridentifikasi dan dimanfaatkan secara optimal.

Baca Juga:
Bank NTT Buka Kantor Fungsional di Wulandoni, Perkuat Akses Keuangan dan Ekonomi Pesisir Lembata

Pemkab Lembata berharap koordinasi antara pemerintah, penyuluh, petani dan calon investor dapat berjalan baik sehingga peluang investasi tidak terhambat oleh persoalan data maupun kesiapan lahan.

Melalui pengembangan jambu mete, kakao, kopi robusta, jagung dan komoditas lainnya, pemerintah daerah menargetkan sektor pertanian Lembata tidak hanya berperan dalam memenuhi kebutuhan pangan.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version