Mendengar kisah tersebut, Ketua TP PKK Lembata, Ursula S. Bayo, mengaku sangat terharu sekaligus bangga atas ketangguhan luar biasa yang ditunjukkan oleh mama-mama di Lewoleba Barat. Beliau menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pendampingan agar kelompok ini semakin produktif.
Pemerintah Siapkan Pasar Komoditas Pertanian dan Peternakan
Merespons gerakan mandiri ini, Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq menyampaikan apresiasi yang tinggi. Meski daerah memiliki keterbatasan fiskal, pemerintah berkomitmen penuh memberikan intervensi nyata, khususnya dalam menjamin rantai pasar produk masyarakat.
Bupati Kanis memaparkan sejumlah program strategis yang dapat langsung dimanfaatkan oleh KPM Siga Naran Ina, di antaranya:
Pemasaran Jagung Titi: Pemerintah melalui dinas terkait siap menyerap produk jagung titi berbahan jagung pulut dengan standar harga yang menguntungkan petani.
Sistem Pemasaran Ternak: Fasilitas penampungan komoditas ayam pedaging, babi, kambing, dan sapi telah disiapkan. Khusus ternak babi hidup, pemerintah mematok harga pembelian sekitar Rp55.000 per kilogram.
“Kami ingin memastikan hasil usaha masyarakat memiliki pasar yang jelas. Pemerintah hadir untuk membantu pemasaran hasil pertanian, peternakan, nelayan, hingga UMKM masyarakat,” tegas Bupati Kanis.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










