Nubatukan, RakyatLEMBATA.ID – Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lembata, Ursula S. Bayo, menghadiri kegiatan Kelompok Perempuan Mandiri (KPM) Siga Naran Ina di Kelurahan Lewoleba Barat, Kecamatan Nubatukan, Minggu (14/6/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi pemberdayaan ekonomi perempuan di wilayah tapal batas ekonomi.
Dalam laporannya, Ketua KPM Siga Naran Ina, Paulina Pega, menjelaskan bahwa wadah ini dibentuk sejak tahun 2020 untuk merangkul kaum perempuan yang menghadapi keterbatasan ekonomi. Anggotanya didominasi oleh para janda, perempuan tulang punggung keluarga yang suaminya sakit permanen, serta masyarakat rentan.
Saat ini, KPM Siga Naran Ina telah menaungi sekitar 400 anggota yang tersebar dalam 28 kelompok. Ragam profesi mereka mulai dari petani, peternak, pembakul ikan, pengumpul batu dan pasir, penjual sayur, penenun, hingga pengemudi ojek.
“Semua pekerjaan yang biasanya dilakukan seorang suami dan ayah, mereka jalankan sendiri dengan penuh ketabahan demi menghidupi keluarga,” ungkap Paulina. Selain mandiri, kelompok ini juga aktif mengelola program simpan pinjam swadaya dengan iuran bulanan Rp5.000 hingga Rp10.000 sebagai tambahan modal usaha anggota.
Mendengar kisah tersebut, Ketua TP PKK Lembata, Ursula S. Bayo, mengaku sangat terharu sekaligus bangga atas ketangguhan luar biasa yang ditunjukkan oleh mama-mama di Lewoleba Barat. Beliau menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pendampingan agar kelompok ini semakin produktif.
Pemerintah Siapkan Pasar Komoditas Pertanian dan Peternakan
Merespons gerakan mandiri ini, Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq menyampaikan apresiasi yang tinggi. Meski daerah memiliki keterbatasan fiskal, pemerintah berkomitmen penuh memberikan intervensi nyata, khususnya dalam menjamin rantai pasar produk masyarakat.
Bupati Kanis memaparkan sejumlah program strategis yang dapat langsung dimanfaatkan oleh KPM Siga Naran Ina, di antaranya:
Pemasaran Jagung Titi: Pemerintah melalui dinas terkait siap menyerap produk jagung titi berbahan jagung pulut dengan standar harga yang menguntungkan petani.
Sistem Pemasaran Ternak: Fasilitas penampungan komoditas ayam pedaging, babi, kambing, dan sapi telah disiapkan. Khusus ternak babi hidup, pemerintah mematok harga pembelian sekitar Rp55.000 per kilogram.
“Kami ingin memastikan hasil usaha masyarakat memiliki pasar yang jelas. Pemerintah hadir untuk membantu pemasaran hasil pertanian, peternakan, nelayan, hingga UMKM masyarakat,” tegas Bupati Kanis.
Terkait aspirasi penguatan modal, Bupati meminta pengurus KPM Siga Naran Ina segera menyusun proposal resmi agar pemerintah dapat mengkaji peluang bantuan hibah maupun program pemberdayaan sektoral lainnya.
Solusi Pendidikan dan Lapangan Kerja bagi Generasi Muda
Tidak hanya fokus pada sektor ekonomi makro, dalam sesi dialog hangat penuh kekeluargaan tersebut, Bupati Kanis juga membagikan program terobosan di bidang SDM. Pemerintah daerah kini tengah memfasilitasi lulusan SMA/sederajat di Lembata untuk mengikuti program kerja sambil kuliah di luar daerah.
Program ini diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan dengan memberikan kesempatan anak-anak dari kelompok rentan meraih pendidikan tinggi sekaligus mendapatkan penghasilan mandiri.
“Kita bekerja dari keterbatasan yang ada. Tetap semangat, tetap berusaha. Rezeki tidak akan ke mana. Yang penting kita terus bekerja dan tidak menyerah,” pungkas Bupati Kanis menyemangati ratusan ibu-ibu yang hadir. (*/rl1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
