“May Day di tempat lain mungkin diwarnai demonstrasi, tapi kami di Lembata memilih menyampaikannya dengan sopan santun,” ujarnya.
Ia menjelaskan, nilai-nilai budaya Kelamaholot yang menjunjung tinggi etika, hormat, dan kebersamaan menjadi landasan sikap para buruh.
Mereka tidak hanya bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga aktif dalam kehidupan sosial dan keagamaan, termasuk mendukung pembangunan rumah ibadah.
Sebagai garda terdepan di pintu masuk utama Lembata, para buruh TKBM memikul tanggung jawab besar dalam menjaga aktivitas ekonomi daerah. Peran mereka dinilai strategis dalam memastikan distribusi logistik berjalan lancar.
Meski perayaan berlangsung sederhana, para buruh tetap menyampaikan harapan agar suara mereka didengar. Mereka menginginkan adanya ruang dialog yang terbuka serta kebijakan yang adil dan merata bagi seluruh pekerja.
Perayaan May Day tahun ini mengusung tema “Dengan semangat May Day 2026, TKBM Pelabuhan Lewoleba mewujudkan soliditas ‘Taan Tou’,” yang menjadi simbol persatuan dan kekuatan bersama dalam menghadapi berbagai tantangan.
Di bawah langit cerah Lewoleba, tanpa riuh demonstrasi, para buruh menunjukkan bahwa perjuangan dapat disampaikan dengan cara yang damai, sederhana, namun tetap bermakna dan menyentuh sisi kemanusiaan. (*/rl1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










