Hasil sosialisasi menyepakati pembentukan tim survei gabungan antara Pemkab Lembata dan PT Tigate Trees Indonesia. Tim ini akan melakukan identifikasi lapangan untuk menilai potensi lahan, kondisi wilayah, serta aspek teknis lainnya.
Selain itu, dibentuk pula tim sosialisasi yang bertugas menyampaikan informasi kepada masyarakat di desa-desa sasaran. Materi sosialisasi akan dipersiapkan secara terstruktur agar tidak terjadi perbedaan pemahaman di lapangan.
Pemerintah Dorong Keterbukaan dan Partisipasi Masyarakat
Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, menegaskan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang jelas dan utuh terkait rencana investasi.
Menurutnya, komunikasi terbuka antara pemerintah, investor, dan masyarakat menjadi kunci dalam setiap proses pembangunan daerah.
“Pemerintah daerah menginginkan agar setiap proses berjalan secara terbuka dan melibatkan masyarakat. Sosialisasi dan survei lapangan harus dilakukan terlebih dahulu agar masyarakat mendapatkan informasi yang lengkap,” ujar Bupati.
Ia juga menambahkan bahwa pembentukan tim survei dan sosialisasi merupakan langkah awal untuk memastikan rencana investasi dipahami secara menyeluruh oleh masyarakat sebelum memasuki tahap berikutnya.
DPRD Apresiasi Keterbukaan Informasi
Anggota DPRD Lembata Komisi III, Yoseph Beda Hayon, mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang sejak awal membuka ruang dialog dengan masyarakat dan investor. Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi faktor penting dalam keberhasilan setiap program pembangunan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
