“Masalah petani dari dulu sama, pupuk, modal, dan akses pasar. Dengan koperasi ini desa punya truk sendiri sehingga hasil panen bisa langsung dibawa ke pasar,” ujar Prabowo.
Presiden juga mengaitkan program KDKMP dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai mampu memperkuat perputaran ekonomi desa.
Menurutnya, dana ratusan triliun rupiah nantinya akan beredar langsung di desa melalui pembelian bahan pangan dari masyarakat lokal.
“Yang tanam bawang bisa jual, yang ternak lele bisa jual, yang produksi telur bisa hidup. Uangnya berputar di desa,” katanya.
NTT Siapkan 72 Koperasi Siap Operasi
Sementara itu, Gubernur NTT Melki Laka Lena mengatakan pemerintah daerah terus mempercepat kesiapan operasional KDKMP di seluruh kabupaten/kota di NTT.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 72 KDKMP di NTT telah siap beroperasi.
“Untuk NTT sudah ada 72 KDKMP yang siap dioperasikan. Saat ini juga sudah ada 72 gerai yang selesai 100 persen dan diperkirakan akhir Juli nanti bisa mencapai 200 sampai 300 gerai,” kata Melki.
Ia menjelaskan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menjadi daerah dengan jumlah gerai koperasi terbanyak, yakni 39 unit.
Menurut Melki, seluruh 22 kabupaten/kota di NTT sudah mulai membangun gerai koperasi meski beberapa daerah seperti Rote Ndao dan Sumba Timur masih dalam tahap penyelesaian.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
