Setelah kebutuhan utama terpenuhi, keluarga dapat mengatur kebutuhan penting lainnya yang masih bisa disesuaikan, seperti susu anak, pampers, kosmetik, biaya makan, hingga transportasi harian.
Cari Alternatif Lebih Hemat
Andy menjelaskan, masyarakat bisa mulai mencari alternatif produk dengan harga yang lebih terjangkau untuk menekan pengeluaran.
Misalnya dengan mengganti merek susu, kebutuhan rumah tangga, atau produk lain yang memiliki fungsi serupa namun harga lebih murah.
“Kalau ternyata harganya sudah terlalu mahal, pilihannya bisa mengganti dengan barang serupa yang lebih murah, beda merek, atau kualitasnya diturunkan,” ujarnya.
Selain itu, biaya transportasi juga dapat dihemat dengan berbagai cara seperti menggunakan transportasi umum, berbagi kendaraan dengan rekan kerja, hingga bersepeda ke kantor.
“Kalau biaya transport terasa memberatkan, mau tidak mau kita cari alternatif yang lebih hemat,” katanya.
Pengeluaran Hiburan Sebaiknya Dikurangi
Sementara itu, pengeluaran yang bersifat hiburan atau kesenangan pribadi disarankan untuk dikurangi sementara waktu apabila kondisi keuangan keluarga sedang ketat.
Aktivitas seperti nongkrong di kafe, belanja berlebihan, hingga hiburan lain yang tidak mendesak sebaiknya dibatasi demi menjaga stabilitas keuangan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










