Dalam arahannya, Bupati Lembata menegaskan bahwa penanganan banjir harus dilakukan secara menyeluruh, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Salah satu prioritas utama adalah pengerukan sedimentasi di Kali Komak untuk meningkatkan kapasitas aliran air.
Selain itu, pemerintah juga akan membersihkan pohon tumbang dan mengatasi sumbatan di jalur air. Bupati menginstruksikan dinas terkait untuk segera memetakan solusi teknis, termasuk memastikan saluran drainase tersambung hingga ke laut.
“Pembangunan drainase tidak akan efektif tanpa penataan lingkungan yang disiplin dan terintegrasi,” tegas Bupati.
Ia juga menyoroti faktor penyebab banjir, seperti kepadatan permukiman dan perambahan kawasan hutan yang memicu banjir kiriman. Edukasi kepada masyarakat serta pemetaan kawasan rawan pun menjadi langkah penting ke depan.
Sementara itu, Wakil Bupati Lembata menekankan perlunya gerakan darurat normalisasi drainase di wilayah kota. Ia meminta pembersihan total saluran yang tersumbat serta evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase yang dinilai belum optimal.
“Hasil identifikasi menunjukkan banyak drainase tidak tersambung hingga ke pantai, sehingga air meluap saat hujan deras,” jelasnya.
Di sisi lain, Dinas Sosial diminta segera menyalurkan bantuan kepada warga terdampak secara tepat sasaran untuk memenuhi kebutuhan dasar pascabencana.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
