Bupati Lembata Dorong Desa Bean jadi Sentra Perbenihan dan Percontohan Pertanian Modern

tanam jagung lembata
Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq dan jajarannya menanam jagung di Desa Bean, Kecamatan Buyasuri, Senin (15/6/2026). (Foto: Prokopim Lembata)
  • Bagikan

Salah satu persoalan yang mendapat perhatian adalah keterbatasan sarana pendukung pertanian seperti pipa, selang, dan perlengkapan lain untuk mendukung sistem pengairan.

Ia meminta petugas terkait segera melakukan inventarisasi kebutuhan agar dapat dipenuhi secepatnya.

Baca Juga:
Wujudkan Lingkungan Ramah Anak, Pemkab Lembata Sosialisasikan Perda Kabupaten Layak Anak Melalui Talk Show

Irigasi Tetes Didorong Tingkatkan Produktivitas

Pemerintah Kabupaten Lembata juga mulai mengembangkan sistem irigasi tetes di kawasan pertanian Desa Bean. Metode ini memungkinkan air disalurkan langsung ke akar tanaman melalui jaringan pipa dan selang sehingga penggunaan air menjadi lebih efisien.

Selain menghemat air, sistem irigasi tetes dinilai mampu menjaga kelembapan tanah sehingga tanaman dapat tumbuh lebih optimal dan meningkatkan produktivitas hasil panen.

Pengamanan Lahan dari Gangguan Ternak

Bupati Petrus Kanisius Tuaq turut menyoroti pentingnya perlindungan lahan pertanian dari gangguan ternak yang berpotensi merusak tanaman.

Ia mengajak kelompok tani dan masyarakat setempat untuk bersama-sama menjaga kawasan pertanian serta meningkatkan kesadaran para pemilik ternak agar tidak melepas hewan secara bebas di sekitar area budidaya.

Desa Bean Jadi Model Peningkatan Indeks Pertanaman

Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Lembata menargetkan Desa Bean menjadi contoh penerapan peningkatan indeks pertanaman (IP), yakni sistem menanam lebih dari satu kali dalam setahun pada lahan yang sama.

Baca Juga:
Diguyur Hujan, 1.000 Anak Sekami Lembata Kukuhkan Diri jadi Misionaris Cilik

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version