Salah satu persoalan yang mendapat perhatian adalah keterbatasan sarana pendukung pertanian seperti pipa, selang, dan perlengkapan lain untuk mendukung sistem pengairan.
Ia meminta petugas terkait segera melakukan inventarisasi kebutuhan agar dapat dipenuhi secepatnya.
Irigasi Tetes Didorong Tingkatkan Produktivitas
Pemerintah Kabupaten Lembata juga mulai mengembangkan sistem irigasi tetes di kawasan pertanian Desa Bean. Metode ini memungkinkan air disalurkan langsung ke akar tanaman melalui jaringan pipa dan selang sehingga penggunaan air menjadi lebih efisien.
Selain menghemat air, sistem irigasi tetes dinilai mampu menjaga kelembapan tanah sehingga tanaman dapat tumbuh lebih optimal dan meningkatkan produktivitas hasil panen.
Pengamanan Lahan dari Gangguan Ternak
Bupati Petrus Kanisius Tuaq turut menyoroti pentingnya perlindungan lahan pertanian dari gangguan ternak yang berpotensi merusak tanaman.
Ia mengajak kelompok tani dan masyarakat setempat untuk bersama-sama menjaga kawasan pertanian serta meningkatkan kesadaran para pemilik ternak agar tidak melepas hewan secara bebas di sekitar area budidaya.
Desa Bean Jadi Model Peningkatan Indeks Pertanaman
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Lembata menargetkan Desa Bean menjadi contoh penerapan peningkatan indeks pertanaman (IP), yakni sistem menanam lebih dari satu kali dalam setahun pada lahan yang sama.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
