Ia menilai pemanfaatan sumur bor tidak hanya menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan air dalam jangka pendek, tetapi juga bagian dari strategi mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi perubahan iklim yang semakin memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat.
Karena itu, Bupati meminta masyarakat menjaga fasilitas sumur bor tersebut dan memanfaatkannya secara bertanggung jawab.
Infrastruktur yang telah dibangun pemerintah, kata dia, harus dirawat secara bersama agar dapat digunakan dalam jangka panjang dan memberikan manfaat bagi generasi saat ini maupun mendatang.
Pengelolaan Sumur Bor Harus Disiapkan Sejak Awal
Bupati Kanis juga mengingatkan bahwa penyediaan sarana air bersih harus diikuti dengan sistem pengelolaan yang jelas.
Menurutnya, jangan sampai fasilitas air telah tersedia tetapi kemudian tidak dapat digunakan karena persoalan operasional, seperti pulsa listrik yang tidak tersedia atau kerusakan mesin.
“Ketika menyerahkan sarana air bersih harus juga diikuti dengan penyerahan manajemen pengelolaannya sehingga tidak lagi ada keluhan bahwa air bersih tidak tersedia karena pulsa listrik tidak ada atau kendala mesin yang rusak,” tegasnya.
Dengan adanya pengelola dan mekanisme pemeliharaan yang jelas, keberadaan sumur bor diharapkan tidak hanya berfungsi saat musim kemarau, tetapi dapat menjadi fasilitas air bersih yang berkelanjutan.
Wabup Nasir: Air Berkaitan dengan Kesehatan hingga Ekonomi
Wakil Bupati Lembata H. Muhamad Nasir menegaskan bahwa air memiliki peran yang sangat luas dalam kehidupan masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
