Mendagri Tito Karnavian Hadiri Festival Fulan Fehan IV, Dorong Tenun NTT jadi Penggerak Ekonomi dan Pariwisata

fulan fehan IV
Mendagri Tito Karnavian, Gubernur Melki Laka Lena dan Bupati Willybrodus Lay bersama istri masing-masing pose bersama dalam balutan tenun khas NTT. (Foto: Biro Adpim Setda Provinsi NTT)
  • Bagikan

“Sekarang di SMA dan SMK sudah ada pelajaran menenun. Anak-anak belajar menenun di sekolah dan hasil tenun mereka dijual. Hasilnya bisa menjadi tambahan biaya pendidikan bagi para siswa,” jelasnya.

Ia menilai kebijakan ini juga membuka peluang lahirnya pelaku ekonomi kreatif baru berbasis budaya lokal.

Baca Juga:
Wagub Johni Asadoma Perjuangkan Rp1,6 Triliun Infrastruktur NTT ke Pemerintah Pusat, Usulkan 19 Ruas Jalan dan 7 Jembatan

Festival Fulan Fehan jadi Ruang Diplomasi Budaya

Selain memperkuat ekonomi kreatif, Melki menilai Festival Fulan Fehan memiliki nilai strategis sebagai ruang diplomasi budaya antara Indonesia dan Timor Leste.

Menurutnya, masyarakat di kedua negara memiliki akar budaya yang sama karena berada di Pulau Timor.

“Festival ini bukan hanya menyatukan Belu, TTU, dan Malaka, tetapi juga menyatukan dua negara. Kita memang berbeda secara administrasi pemerintahan, tetapi memiliki banyak kesamaan budaya, lagu, tarian, dan tenun. Budaya menjadi perekat hubungan persaudaraan kedua negara,” ujarnya.

Ia berharap Festival Fulan Fehan terus berkembang menjadi agenda budaya bertaraf internasional yang memperkuat hubungan masyarakat di kawasan perbatasan.

Melki juga mendorong pemerintah daerah di wilayah perbatasan memperluas kerja sama budaya hingga Australia, khususnya dengan Kota Darwin, mengingat hubungan historis dan kedekatan geografis yang dimiliki NTT.

Festival Budaya Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi NTT

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur NTT memaparkan bahwa penyelenggaraan berbagai festival budaya telah memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version