Apresiasi tinggi turut diberikan oleh Ketua ASKAB PSSI Lembata, Agustinus D Making. Menurutnya, kompetisi usia dini merupakan fondasi penting dalam pembinaan sepak bola daerah.
“Menanglah dengan cara yang terhormat, dan bila kalah, jadikan kekalahan sebagai pelajaran untuk bangkit lebih kuat,” pesan Agustinus kepada para pemain muda.
Olahraga Membentuk Karakter dan Mentalitas Juara
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lembata H. Muhamad Nasir memuji inisiatif mahasiswa TPH yang dinilai mampu menerjemahkan visi pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Lembata melalui karya nyata.
Wabup Nasir menegaskan bahwa lapangan hijau sepak bola bukan sekadar arena mengejar skor kemenangan, melainkan tempat menempa disiplin, loyalitas, serta kerja sama tim bagi para remaja usia emas.
“Mengutip pemikiran Ki Hadjar Dewantara, pendidikan sejatinya bukan hanya mengajarkan keterampilan, tetapi juga membentuk karakter. Usia 17 tahun adalah masa emas. Pembinaan lewat olahraga seperti sepak bola mengajarkan tanggung jawab dan ketangguhan,” ujar Wabup Nasir.
Kolaborasi Masyarakat di Tengah Keterbatasan Fiskal
Wabup Nasir juga menyinggung pentingnya kolaborasi lintas elemen di tengah keterbatasan anggaran daerah. Pembangunan SDM unggul tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan butuh peran aktif mahasiswa, tokoh masyarakat, dan organisasi kepemudaan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
