Perhatian tersebut mencakup aspek kesejahteraan dan kesehatan para mahasiswa selama menjalani pendidikan di Semarang.
Bupati meminta para mahasiswa tidak menjadikan program tersebut sekadar sarana untuk mendapatkan gelar akademik. Lebih dari itu, kesempatan kuliah sambil bekerja harus dimanfaatkan untuk membentuk karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kesiapan menghadapi dunia kerja.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar mampu membagi waktu antara pendidikan dan pekerjaan.
“Bekerja dan belajar harus berjalan beriringan. Tanamkan rasa tanggung jawab dan tetap fokus pada pekerjaan,” pesan Petrus.
Menurutnya, keberhasilan dalam mengikuti program tersebut membutuhkan komitmen dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru.
41 Anak Muda Lembata Bawa Harapan ke Semarang
Petrus melihat Program Kuliah Sambil Bekerja sebagai salah satu langkah strategis dalam mempersiapkan sumber daya manusia Lembata agar mampu berkembang seiring dengan semakin besarnya potensi daerah.
Ia berharap pengalaman pendidikan dan pekerjaan yang diperoleh para mahasiswa di Semarang nantinya dapat menjadi bekal untuk membangun masa depan sekaligus memberikan kontribusi bagi daerah asal.
Bupati juga berpesan agar para mahasiswa tidak melupakan Lembata setelah berhasil meraih cita-cita.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
