41 Mahasiswa Lembata Dilepas Kuliah Sambil Bekerja di UNAKI Semarang

Bupati lembata
Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq pose bersama para mahasiswa di Kantor Bupati Lembata. (Foto: Prokopim Lembata)
  • Bagikan

Perhatian tersebut mencakup aspek kesejahteraan dan kesehatan para mahasiswa selama menjalani pendidikan di Semarang.

Bupati meminta para mahasiswa tidak menjadikan program tersebut sekadar sarana untuk mendapatkan gelar akademik. Lebih dari itu, kesempatan kuliah sambil bekerja harus dimanfaatkan untuk membentuk karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kesiapan menghadapi dunia kerja.

Baca Juga:
Bupati Lembata Letakkan Batu Pertama TK Lesu Mani, Revitalisasi Sekolah Senilai Rp624 Juta Dimulai

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar mampu membagi waktu antara pendidikan dan pekerjaan.

“Bekerja dan belajar harus berjalan beriringan. Tanamkan rasa tanggung jawab dan tetap fokus pada pekerjaan,” pesan Petrus.

Menurutnya, keberhasilan dalam mengikuti program tersebut membutuhkan komitmen dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru.

41 Anak Muda Lembata Bawa Harapan ke Semarang

Petrus melihat Program Kuliah Sambil Bekerja sebagai salah satu langkah strategis dalam mempersiapkan sumber daya manusia Lembata agar mampu berkembang seiring dengan semakin besarnya potensi daerah.

Ia berharap pengalaman pendidikan dan pekerjaan yang diperoleh para mahasiswa di Semarang nantinya dapat menjadi bekal untuk membangun masa depan sekaligus memberikan kontribusi bagi daerah asal.

Bupati juga berpesan agar para mahasiswa tidak melupakan Lembata setelah berhasil meraih cita-cita.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version