Menurutnya, rapat koordinasi tidak hanya menjadi forum evaluasi target kegiatan, tetapi juga harus mampu mengukur sejauh mana program memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Rakor hari ini merupakan evaluasi pencapaian target realisasi kegiatan maupun manfaat yang telah dirasakan masyarakat,” kata Kanis Tuaq.
Ia menilai ketepatan data menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah kebijakan pembangunan pertanian.
Data yang tidak sesuai kondisi lapangan, menurutnya, berpotensi menyebabkan pemerintah pusat maupun daerah mengambil keputusan yang kurang tepat.
Karena itu, para penyuluh diminta memastikan informasi mengenai kondisi lahan, produksi, potensi komoditas serta kebutuhan petani dapat dihimpun secara akurat.
Lembata Siapkan Investasi Jambu Mete 2.000 Hektare
Selain peningkatan produksi, Pemkab Lembata mulai mengarahkan pengembangan pertanian pada aspek hilirisasi dan investasi.
Bupati Kanis Tuaq mengatakan pemerintah daerah tengah menyiapkan sejumlah kawasan untuk mendukung investasi pengembangan jambu mete yang nantinya dapat diintegrasikan dengan komoditas kopi dan kakao.
Beberapa kawasan yang disiapkan antara lain Ile Boli, Bolibean, Wuakerong, Duawutun, Ria Bao, Babokerong, Baobolak dan Pasir Putih.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










