iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Bupati Lembata Kejar 2.000 Hektare Lahan untuk Investasi dan Hilirisasi Jambu Mete

200
bupati lembata
Rapat Koordinasi Program Strategis Kementerian Pertanian Tingkat Kabupaten Lembata yang dibuka Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, di Aula Kantor Lurah Lewoleba Timur, Senin (31/8/2026). (Foto: Prokopim Lembata)
  • Bagikan

“Ada Ile Boli, Bolibean, Wuakerong, Duawutun, Ria Bao, Babokerong, Baobolak, dan Pasir Putih,” ungkapnya.

Menurut Bupati, perusahaan Tigate Trees Indonesia dijadwalkan mulai melakukan pemetaan lahan pada 3 September 2026.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!
Baca Juga:
Pemkab Lembata Gandeng Bank NTT Perkuat Sektor Peternakan, Pakan Lokal jadi Prioritas

Pemerintah Kabupaten Lembata menargetkan sedikitnya 2.000 hektare lahan dapat disiapkan untuk mendukung rencana investasi tersebut.

“Apabila lahan yang dijanjikan tidak mencapai 2.000 hektar, maka investasi ini terancam tidak dapat dilanjutkan. Karena itu, seluruh pihak harus bekerja bersama agar peluang ini tidak hilang,” tegas Kanis.

Target tersebut membuat peran pemerintah, penyuluh dan masyarakat menjadi semakin penting. Pemetaan dan verifikasi lahan harus dilakukan secara serius agar potensi yang dimiliki Lembata dapat memenuhi kebutuhan investasi.

Dorong Jagung hingga Peremajaan Tanaman Perkebunan

Di luar komoditas jambu mete, Pemkab Lembata juga terus menjalankan sejumlah program strategis pertanian.

Program tersebut antara lain peningkatan indeks pertanaman, perluasan lahan jagung serta pengembangan komoditas kacang-kacangan.

Salah satu langkah yang akan diuji coba adalah pola tanam jagung dua kali dalam satu musim pada lahan kering seluas 10 hektare di Desa Paubokol.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID

+ Gabung

  • Bagikan