iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

PAD Lembata Naik 16,33 Persen, Bupati Kanis Tuaq Minta OPD Waspadai Turunnya Dana Transfer

200
ilustrasi
Ilustrasi AI
  • Bagikan

Hingga Juni 2026, realisasi dana transfer tercatat sebesar Rp299,98 miliar atau 42,79 persen dari target.

Jumlah tersebut turun sekitar Rp77,14 miliar atau 20,46 persen dibandingkan realisasi Juni 2025 yang mencapai Rp377,12 miliar.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!
Baca Juga:
Jibrail Cize Tenggelam di Pantai Wowong Lembata, Tim SAR Lanjutkan Pencarian Hari Kedua

Secara keseluruhan, pendapatan daerah mengalami penurunan sekitar Rp75,7 miliar atau 19,20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut Bapenda, penurunan tersebut merupakan dampak dari kebijakan penyesuaian dan pengurangan alokasi dana transfer dari pemerintah pusat pada Tahun Anggaran 2026.

Bupati Minta OPD Perketat Efisiensi Anggaran

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Kanisius Tuaq meminta seluruh OPD lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan daerah.

Ia menegaskan bahwa peningkatan PAD harus menjadi motivasi untuk terus memperkuat kemandirian fiskal daerah, sekaligus diimbangi dengan efisiensi belanja dan penetapan prioritas program yang benar-benar berdampak bagi masyarakat.

“Meskipun PAD kita mengalami kenaikan yang baik, kita harus waspada karena adanya penurunan pada dana transfer. Oleh karena itu, seluruh OPD harus lebih cermat dalam memanajemen keuangan, meningkatkan efisiensi belanja, dan tetap fokus pada program-program yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” tegas Bupati Kanis Tuaq.

Baca Juga:
Wabup Lembata Kawal Autopsi Kades Laranwutun, Polisi Periksa 11 Saksi

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID

+ Gabung

  • Bagikan