iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pemkab Lembata Dukung Ekspansi Jagung Hibrida LKARI, Siapkan Lahan hingga 15 Hektar

200
pemkab lembata
Pertemuan antara Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq bersama Direktur LKARI dr. Novi dan tim di ruang kerja Bupati Lembata, Selasa (26/5/2026). (Foto: Prokopim Lembata)
  • Bagikan

Lahan tersebut dinilai memiliki tingkat kesuburan yang baik untuk pengembangan komoditas jagung hibrida.

Bupati juga menegaskan target percepatan pelaksanaan program agar proses penanaman sudah dimulai pada Juni hingga Juli 2026.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

“Kita sepakati, ekspansi dan penanaman harus sudah mulai dilaksanakan pada periode Juni-Juli 2026,” tegasnya.

Jagung Hibrida Disebut Bisa Tekan Kemiskinan dan Pengangguran

Direktur LKARI, dr. Novi, menjelaskan bahwa program pengembangan jagung hibrida merupakan bagian dari strategi mengurangi kemiskinan dan angka pengangguran di daerah.

Menurutnya, masih banyak lahan tidur di Lembata yang belum dimanfaatkan secara maksimal dan berpotensi menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat.

“Kemiskinan adalah tantangan utama kita. Melalui gerakan ‘Taman Jagung Panen Ternak dan Lawan Kemiskinan’, kami ingin mengubah lahan tidur menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat,” jelas dr. Novi.

Baca Juga:
Wabup Lembata Kawal Autopsi Kades Laranwutun, Polisi Periksa 11 Saksi

Ia mengungkapkan LKARI sebelumnya telah menjalankan program serupa di wilayah Flores Timur, khususnya di Tanjung Bunga dan Adonara.

Kini, Kabupaten Lembata dinilai memiliki prospek besar untuk menjadi kawasan pengembangan pertanian jagung hibrida berikutnya di NTT.

Pemkab Lembata Segera Siapkan MoU Kerja Sama

Sebagai tindak lanjut hasil pertemuan, Bupati Lembata memerintahkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan segera menyusun draft nota kesepahaman (MoU) yang memuat kesepakatan teknis kerja sama kedua pihak.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID

+ Gabung

  • Bagikan