Pendekatan humanis tersebut membuahkan hasil positif. Warga secara sukarela menyerahkan senjata api rakitan, amunisi, hingga berbagai jenis senjata tajam yang berpotensi digunakan kembali dalam konflik.
Polres Flores Timur menilai kesadaran masyarakat untuk menyerahkan senjata menjadi modal penting dalam menciptakan perdamaian dan memulihkan kehidupan sosial pasca bentrokan.
Konflik Dipicu Sengketa Lahan
Konflik yang terjadi di Kecamatan Adonara Timur melibatkan warga Desa Weburak dan Desa Nara Sosina. Perselisihan dipicu sengketa lahan yang kemudian berkembang menjadi konflik terbuka.
Akibat peristiwa tersebut, sekitar 50 rumah warga dilaporkan terbakar dan menyebabkan kerugian material yang cukup besar.
Meski demikian, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Adonara Timur kini berangsur pulih. Aktivitas warga telah kembali berjalan normal setelah berbagai upaya mediasi dan pengamanan dilakukan oleh aparat bersama pemerintah daerah.
Untuk memastikan situasi tetap kondusif, personel Polres Flores Timur dan Brimob masih disiagakan di sejumlah titik guna mencegah munculnya konflik lanjutan.
Polda NTT Apresiasi Sikap Kooperatif Warga
Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko melalui Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menunjukkan sikap kooperatif dengan menyerahkan senjata yang berpotensi mengganggu keamanan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.





