Ketersediaan tenaga analis, penerapan standar operasional prosedur (SOP), hingga kesiapan logistik pemeriksaan menjadi faktor kunci keberhasilan fasilitas ini.
Pengalaman pandemi Covid-19 menjadi pelajaran penting dalam memperkuat sistem kesehatan, termasuk jaringan laboratorium di daerah.
Bupati: Labkesmas Harus Hidup
Dalam sambutannya, Bupati Kanisius Tuaq menegaskan bahwa Labkesmas bukan sekadar bangunan, melainkan “jantung” pengendalian penyakit di daerah.
“Labkesmas ini harus hidup, harus aktif, dan harus memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa peresmian ini merupakan momentum penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Hari ini kita tidak sekadar meresmikan bangunan, tetapi meresmikan harapan hidup masyarakat Kabupaten Lembata,” ujarnya.
5 Pustu Jadi Ujung Tombak Layanan
Selain Labkesmas, pemerintah juga meresmikan lima Pustu di Kecamatan Nubatukan yang dibangun melalui DAK 2025 dengan anggaran lebih dari Rp4,2 miliar.
Pustu tersebut tersebar di Kelurahan Selandoro, Lewoleba Timur, Lewoleba, Lewoleba Barat, dan Lewoleba Utara.
Bupati menegaskan bahwa Pustu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat.
“Layani masyarakat dengan hati. Jangan sampai alat tersedia, tetapi pelayanan tidak berjalan,” pesannya kepada tenaga kesehatan.
Dorong Layanan Prima dan Partisipasi Warga
Bupati juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang telah tersedia dan tidak menunda pengobatan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










