Dengan sistem tersebut, tenaga kesehatan dapat lebih fokus memberikan pelayanan kepada pasien tanpa harus khawatir terhadap keterlambatan maupun kekurangan pasokan oksigen.
Usai peresmian, Bupati juga berdialog dengan tenaga kesehatan mengenai kebutuhan oksigen di seluruh fasilitas kesehatan di Kabupaten Lembata, mulai dari wilayah Wulandoni hingga Kota Lewoleba.
Berdasarkan penjelasan tenaga kesehatan, kebutuhan tabung oksigen di setiap puskesmas berbeda-beda, bergantung pada jumlah pasien dan kondisi medis yang membutuhkan terapi oksigen. Rata-rata penggunaan berkisar antara satu hingga dua tabung per minggu dengan kapasitas 1.500 hingga 2.000 liter.
Informasi tersebut akan menjadi dasar evaluasi pemerintah daerah dalam memastikan ketersediaan oksigen di seluruh fasilitas kesehatan, termasuk wilayah terpencil.
RSUD Lewoleba Terapkan Layanan Data Kependudukan Terintegrasi
Selain meresmikan fasilitas oksigen, Pemerintah Kabupaten Lembata juga meluncurkan layanan pemanfaatan data kependudukan dan pencatatan sipil bagi pasien di RSUD Lewoleba.
Program ini merupakan implementasi Permendagri Nomor 17 Tahun 2023 tentang Pemberian Hak Akses dan Pemanfaatan Data Kependudukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui integrasi data antarinstansi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.







