Bupati Lembata Dorong Desa Bean jadi Sentra Perbenihan dan Percontohan Pertanian Modern

tanam jagung lembata
Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq dan jajarannya menanam jagung di Desa Bean, Kecamatan Buyasuri, Senin (15/6/2026). (Foto: Prokopim Lembata)
  • Bagikan

Lewoleba, RakyatLEMBATA.ID – Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, mendorong Desa Bean, Kecamatan Buyasuri, menjadi sentra perbenihan sekaligus kawasan percontohan pertanian modern di Kabupaten Lembata.

Upaya tersebut ditandai dengan penanaman benih jagung komposit bersama petugas lapangan, kelompok tani, dan masyarakat setempat, Senin (15/6/2026).

Dalam arahannya, Bupati Petrus Kanisius Tuaq menilai Desa Bean memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat produksi benih berbagai komoditas pertanian.

Menurutnya, pengembangan yang diawali dengan jagung komposit dapat diperluas ke komoditas lain seperti padi pulut dan kacang hijau guna memenuhi kebutuhan benih petani di Kabupaten Lembata.

“Desa Bean memiliki peluang besar untuk menjadi sentra perbenihan yang mampu mendukung kebutuhan benih petani di Lembata,” ujarnya.

Target Penanaman Selesai Juni

Bupati meminta seluruh proses penanaman dapat diselesaikan pada bulan Juni 2026. Dengan demikian, pada periode Juli hingga September dapat memasuki tahap pembibitan dan persiapan benih yang nantinya dimanfaatkan petani saat musim tanam Oktober.

Pola tersebut diharapkan mampu menjamin ketersediaan benih berkualitas dan mendukung peningkatan produksi pertanian di daerah.

Sarana Pengairan jadi Perhatian

Dalam kunjungan tersebut, Bupati juga mendengar langsung berbagai kebutuhan yang dihadapi petani.

Baca Juga:
Halal Bihalal di Lebewala Perkuat Toleransi dan Persaudaraan Lintas Agama di Lembata

Salah satu persoalan yang mendapat perhatian adalah keterbatasan sarana pendukung pertanian seperti pipa, selang, dan perlengkapan lain untuk mendukung sistem pengairan.

Ia meminta petugas terkait segera melakukan inventarisasi kebutuhan agar dapat dipenuhi secepatnya.

Baca Juga:
Bupati Lembata Sambut Kafilah MTQ XXXI NTT, Komitmen Perkuat Pembinaan Generasi Qur’ani

Irigasi Tetes Didorong Tingkatkan Produktivitas

Pemerintah Kabupaten Lembata juga mulai mengembangkan sistem irigasi tetes di kawasan pertanian Desa Bean. Metode ini memungkinkan air disalurkan langsung ke akar tanaman melalui jaringan pipa dan selang sehingga penggunaan air menjadi lebih efisien.

Selain menghemat air, sistem irigasi tetes dinilai mampu menjaga kelembapan tanah sehingga tanaman dapat tumbuh lebih optimal dan meningkatkan produktivitas hasil panen.

Pengamanan Lahan dari Gangguan Ternak

Bupati Petrus Kanisius Tuaq turut menyoroti pentingnya perlindungan lahan pertanian dari gangguan ternak yang berpotensi merusak tanaman.

Ia mengajak kelompok tani dan masyarakat setempat untuk bersama-sama menjaga kawasan pertanian serta meningkatkan kesadaran para pemilik ternak agar tidak melepas hewan secara bebas di sekitar area budidaya.

Desa Bean Jadi Model Peningkatan Indeks Pertanaman

Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Lembata menargetkan Desa Bean menjadi contoh penerapan peningkatan indeks pertanaman (IP), yakni sistem menanam lebih dari satu kali dalam setahun pada lahan yang sama.

Menurut Bupati, momentum hujan pertama pada Oktober atau yang dikenal petani sebagai “hujan emas” harus dimanfaatkan secara maksimal agar produktivitas pertanian semakin meningkat.

Melalui pengembangan sentra perbenihan, penerapan teknologi irigasi tetes, serta peningkatan indeks pertanaman, Desa Bean diharapkan menjadi model pertanian modern yang mampu meningkatkan produksi pangan sekaligus mendorong kesejahteraan petani di Kecamatan Buyasuri dan Kabupaten Lembata secara keseluruhan. (*/rl1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version