“Gereja yang megah ini diharapkan menjadi simbol cahaya yang senantiasa menerangi, menuntun, dan membawa kebaikan bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Uskup Keuskupan Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, mengaku bersyukur karena dalam rangkaian kunjungan pastoral di wilayah Paroki Kalikasa dan Paroki Lerek, Kecamatan Atadei, dirinya berkesempatan memberkati tiga gereja baru maupun gereja yang telah direnovasi.
Menurut Uskup, kemegahan Gereja St. Agustinus Lewokukung bukan semata-mata terlihat dari keindahan bangunannya, tetapi juga menjadi simbol agar kehidupan umat selalu diarahkan kepada kemuliaan Tuhan.
Ia juga memaknai pelepasan burung merpati yang kemudian hinggap menghadap gereja sebagai simbol kesetiaan umat kepada Tuhan.
“Kesetiaan itu hendaknya menjadi teladan bagi seluruh umat agar selalu memandang rumah Tuhan dan tekun dalam kehidupan doa,” pesannya.
Selain itu, prosesi adat ketika Uskup dipikul di atas sebuah perahu oleh empat pria dewasa dimaknai sebagai lambang perjuangan hidup. Menurutnya, setiap keberhasilan membutuhkan kerja keras, pengorbanan, dan ketekunan.
Di akhir sambutannya, Mgr. Yohanes Hans Monteiro menyampaikan apresiasi kepada seluruh umat Paroki Kalikasa, khususnya umat Stasi Lewokukung, yang telah bekerja keras mewujudkan pembangunan gereja tersebut.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










