Menurutnya, keberhasilan dalam MTQ tidak hanya diukur dari jumlah piala yang diraih, tetapi juga dari semangat juang, keberanian, dan sportivitas para peserta saat membawa nama daerah.
Ia menegaskan pengalaman mengikuti MTQ harus menjadi bahan evaluasi bersama untuk memperkuat sistem pembinaan secara berkelanjutan.
“Kolaborasi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, LPTQ, lembaga pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar Kabupaten Lembata mampu mengikuti lebih banyak cabang lomba dan meraih prestasi yang lebih baik pada MTQ mendatang,” ujarnya.
Bupati: Kalian adalah Cahaya bagi Lembata
Dalam sambutannya, Bupati P. Kanisius Tuaq memberikan apresiasi kepada seluruh peserta, pelatih, pembina, official, dan pendamping yang telah mengharumkan nama Kabupaten Lembata di tingkat Provinsi NTT.
Menurutnya, hasil perlombaan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Nilai perjuangan, disiplin, kerja keras, dan keteladanan yang ditunjukkan para peserta jauh lebih bermakna.
“Kalian mungkin belum menjadi juara umum, tetapi kalian telah menjadi bintang yang menerangi Kabupaten Lembata. Jadilah cahaya yang membawa semangat, inspirasi, dan nilai-nilai Al-Qur’an bagi masyarakat,” kata Bupati.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










