iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Mediasi Konflik Akses Jalan Nilanapo–Balurebong Berujung Damai, Warga Teken Kesepakatan

200
Wabup lembata
Rapat mediasi yang digelar di Rumah Jabatan Wakil Bupati Lembata pada Senin (27/4/2026) dan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir. (Foto: Dok. PKP Setda Kabupaten Lembata)
  • Bagikan

“Kebersamaan harus terus kita jaga. Ini bukti bahwa persoalan bisa diselesaikan secara bijak,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah hadir melalui pendekatan hukum administrasi, diskresi, dan mediasi guna memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Batas Wilayah Jadi Agenda Lanjutan

Wabup juga mengungkapkan bahwa persoalan batas wilayah dan pengelolaan aset akan menjadi perhatian lanjutan pemerintah daerah.

Ia menilai penutupan akses jalan bukan sekadar konflik, tetapi juga pintu masuk untuk mengidentifikasi akar persoalan yang lebih mendasar.

Baca Juga:
Pemkab Lembata Perkuat Kebijakan Penanggulangan AIDS, TBC dan Malaria Berbasis Data

“Keputusan hari ini akan menjadi warisan bagi generasi mendatang. Karena itu, kita harus mengedepankan nilai persaudaraan,” katanya.

Warga Sepakat Damai

Kedua kepala desa dan perwakilan masyarakat menyambut baik proses mediasi tersebut. Mereka mengakui konflik terjadi akibat kesalahpahaman dan komunikasi yang tidak berjalan baik.

Sebagai bentuk komitmen, seluruh pihak menandatangani berita acara perdamaian yang turut disaksikan unsur pemerintah daerah dan kepolisian.

Suasana haru mewarnai penutupan kegiatan, ditandai dengan pelukan antarwarga serta Tarian Beku bersama sebagai simbol rekonsiliasi dan persatuan yang kembali terjalin.

Komitmen Jaga Stabilitas Daerah

Mediasi ini menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas sosial di Kabupaten Lembata.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID

+ Gabung

  • Bagikan