Selain itu, pemerintah juga menyiapkan berbagai bantuan sosial lain seperti bantuan bagi eks penderita kusta, bantuan kewirausahaan, program duta lansia, bantuan bagi korban TPPO, dukungan untuk ODHA, serta pelunasan biaya pendidikan bagi anak yatim piatu yang diasuh oleh kakek atau neneknya.
Supomo menegaskan bahwa bantuan yang diberikan lebih difokuskan pada pelayanan langsung, bukan bantuan tunai.
Dalam rapat tersebut, pembangunan Sekolah Rakyat juga menjadi perhatian. Pemerintah daerah diminta segera melengkapi persyaratan administrasi dan teknis agar program tersebut dapat segera direalisasikan di berbagai wilayah di NTT.
Menanggapi hal itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial RI atas kepercayaan menjadikan NTT sebagai tuan rumah HLUN 2026.
“Kami siap menyukseskan pelaksanaan Hari Lanjut Usia Nasional tahun 2026. Ini menjadi momentum untuk meningkatkan pelayanan kepada lansia di NTT,” tegasnya.
Gubernur juga meminta Komda Lansia serta Dinas Sosial di tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk bekerja maksimal dalam mengawal seluruh program yang telah direncanakan.
Terkait Sekolah Rakyat, ia menyebut program tersebut sebagai langkah strategis pemerintah pusat dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










