iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

41 Mahasiswa Lembata Dilepas Kuliah Sambil Bekerja di UNAKI Semarang

200
Bupati lembata
Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq pose bersama para mahasiswa di Kantor Bupati Lembata. (Foto: Prokopim Lembata)
  • Bagikan

Lewoleba, RakyatLEMBATA.ID – Sebanyak 41 mahasiswa dan mahasiswi asal Kabupaten Lembata resmi dilepas untuk melanjutkan pendidikan melalui Program Kuliah Sambil Bekerja di Universitas Abadi Karya Indonesia (UNAKI) Semarang Tahun Akademik 2026/2027.

Pelepasan calon mahasiswa UNAKI gelombang kedua tersebut dilakukan Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq di Ruang Rapat Bupati Lembata, Kamis (20/8/2026). Para mahasiswa dijadwalkan berangkat menuju Semarang pada Jumat (21/8/2026).

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Jumlah peserta pada gelombang kedua ini meningkat dibandingkan keberangkatan sebelumnya. Mereka berasal dari sejumlah desa dan kecamatan di Kabupaten Lembata dengan membawa harapan untuk memperoleh pendidikan sekaligus pengalaman kerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lembata, Rafael Betekeneng, SH, mengatakan hingga menjelang keberangkatan masih terdapat masyarakat yang berminat mendaftarkan diri dalam program tersebut.

Namun, keberangkatan gelombang kedua harus disesuaikan dengan kuota yang telah ditetapkan serta jadwal transportasi laut menuju Semarang.

“Harapannya, anak-anak dapat beradaptasi dengan lingkungan baru dan menjalankan mimpi-mimpinya,” ujar Rafael.

Bupati Lembata Tekankan Tanggung Jawab Kuliah dan Bekerja

Di hadapan para calon mahasiswa dan orang tua, Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lembata akan terus memberikan perhatian kepada mahasiswa yang mengikuti Program Kuliah Sambil Bekerja.

Perhatian tersebut mencakup aspek kesejahteraan dan kesehatan para mahasiswa selama menjalani pendidikan di Semarang.

Bupati meminta para mahasiswa tidak menjadikan program tersebut sekadar sarana untuk mendapatkan gelar akademik. Lebih dari itu, kesempatan kuliah sambil bekerja harus dimanfaatkan untuk membentuk karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kesiapan menghadapi dunia kerja.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar mampu membagi waktu antara pendidikan dan pekerjaan.

“Bekerja dan belajar harus berjalan beriringan. Tanamkan rasa tanggung jawab dan tetap fokus pada pekerjaan,” pesan Petrus.

Menurutnya, keberhasilan dalam mengikuti program tersebut membutuhkan komitmen dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru.

41 Anak Muda Lembata Bawa Harapan ke Semarang

Petrus melihat Program Kuliah Sambil Bekerja sebagai salah satu langkah strategis dalam mempersiapkan sumber daya manusia Lembata agar mampu berkembang seiring dengan semakin besarnya potensi daerah.

Ia berharap pengalaman pendidikan dan pekerjaan yang diperoleh para mahasiswa di Semarang nantinya dapat menjadi bekal untuk membangun masa depan sekaligus memberikan kontribusi bagi daerah asal.

Bupati juga berpesan agar para mahasiswa tidak melupakan Lembata setelah berhasil meraih cita-cita.

“Banggalah dengan asal daerah kita, Lembata. Ketika nanti mau menjadi orang besar, harus tetap baik dengan siapa saja,” pesan Petrus.

Pelepasan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lembata beserta jajaran, Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, serta para orang tua calon mahasiswa.

Keberangkatan 41 mahasiswa Lembata dalam gelombang kedua ini menjadi awal perjalanan baru bagi generasi muda daerah. Mereka tidak hanya membawa perlengkapan menuju Semarang, tetapi juga membawa harapan keluarga, pengalaman baru, serta mimpi untuk meraih masa depan yang lebih baik. (*/rl1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID

+ Gabung

  • Bagikan