Topik : 

May Day 2026 di Lembata: SBSI Pilih Aksi Lingkungan, Tanam Pohon dan Bersihkan TPI Lewoleba

Buruh lembata
Aksi buruh di Lembata saat May Day dengan menanam pohon dan membersihkan lingkungan. (Foto: Dok. Prokopim Lembata)
  • Bagikan

Lewoleba, RakyatLembata.ID – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, berlangsung berbeda dari biasanya. Dewan Pengurus Cabang (DPC) Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Lembata memilih merayakannya melalui aksi sosial lingkungan, bukan unjuk rasa.

Kegiatan yang digelar pada 1 Mei 2026 tersebut diisi dengan kerja bakti membersihkan kawasan Pasar Ikan TPI Lewoleba serta penanaman anakan pohon pelindung jenis beringin dan pinang.

Baca Juga:
Resmikan Labkesmas Rp12,9 Miliar dan 5 Pustu, Bupati Lembata Tekankan Ujian Ada pada Layanan

Ketua Divisi Perikanan Kelautan SBSI Lembata, Hasan Guhir, mengatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk kepedulian terhadap isu perubahan iklim dan pemanasan global.

“Kami ingin mengirim pesan kepada masyarakat Lembata untuk peduli dan merawat ibu bumi dengan baik,” ujarnya.

Aksi yang berlangsung pada sore hari itu melibatkan pengurus SBSI, personel Polres Lembata, Lapas Kelas III Lewoleba, serta dukungan armada pengangkut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup.

Turut hadir mewakili Bupati Lembata, Asisten III Bidang Administrasi Umum Yohanes Berchmans Daniel Dai yang ikut terjun langsung dalam kegiatan bersih-bersih dan penanaman pohon.

Hasan Guhir mengungkapkan bahwa SBSI Lembata merupakan organisasi yang masih baru. DPC SBSI Lembata baru dideklarasikan pada 25 Maret 2026 dan Surat Keputusan kepengurusan diterima pada 24 April 2026.

“Masih sangat baru, tetapi kami berkomitmen menjadi wadah perlindungan dan advokasi bagi pekerja, khususnya yang rentan,” katanya.

Ia juga mengajak para pekerja, termasuk buruh rumah tangga dan pekerja sektor informal, untuk bergabung bersama SBSI. Menurutnya, serikat buruh hadir sebagai mitra strategis pemerintah, bukan sebagai pihak yang berseberangan.

“Kami ingin memperjuangkan hak buruh sekaligus menjadi tempat advokasi bagi mereka yang mengalami ketidakadilan,” tegasnya.

Baca Juga:
Pemkab Lembata Dukung Ekspansi Jagung Hibrida LKARI, Siapkan Lahan hingga 15 Hektar

Hal senada disampaikan Ketua SBSI Lembata, Matheus Ratu. Ia menuturkan bahwa fokus awal organisasi adalah memperkuat struktur internal dan membangun komunikasi dengan pemerintah sebelum memperluas advokasi hak-hak pekerja, seperti upah layak, jaminan kesehatan, dan perlindungan hari tua.

Usai kegiatan sosial, SBSI Lembata juga menyampaikan 15 tuntutan May Day 2026 kepada pemerintah daerah. Tuntutan tersebut mencakup isu nasional dan lokal, di antaranya penghapusan sistem outsourcing, upah layak sesuai jam kerja, pengesahan regulasi ketenagakerjaan baru, penegakan hukum terhadap pelanggaran ketenagakerjaan, hingga peningkatan kualitas SDM dan layanan BPJS.

Selain itu, mereka juga menyoroti persoalan lokal seperti distribusi BBM, penertiban penggunaan subsidi, hingga pengawasan terhadap perusahaan yang tidak taat aturan.

Menanggapi hal tersebut, Asisten III Yohanes Berchmans Daniel Dai memberikan apresiasi atas cara penyampaian aspirasi yang dinilai santun dan konstruktif.

“May Day bukan hanya momentum menyuarakan aspirasi, tetapi juga memperkuat sinergi. Apa yang dilakukan SBSI hari ini menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terbuka untuk menerima SBSI sebagai mitra, dengan harapan organisasi tersebut segera melengkapi struktur kepengurusan agar program kerja dapat berjalan optimal.

Aksi perdana SBSI Lembata ini menjadi pesan bahwa perjuangan buruh tidak selalu identik dengan demonstrasi, tetapi juga dapat diwujudkan melalui aksi nyata dan kolaborasi yang berdampak positif bagi masyarakat. (*/rl1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version