Wabup Lembata Kawal Autopsi Kades Laranwutun, Polisi Periksa 11 Saksi

wabup lembata
Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, mengawal langsung proses autopsi dan penyelidikan kasus kematian Kepala Desa Laranwutun, Kamis (30/4/2026). (Foto: Dok. Prokopim Lembata)
  • Bagikan

Ile Ape, RakyatLembata.ID – Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, mengawal langsung proses autopsi dan penyelidikan kasus kematian Kepala Desa Laranwutun yang terjadi beberapa bulan lalu dan kini menjadi perhatian publik.

Proses autopsi pada Kamis, 30 April 2026, tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Lembata, Kapolres Lembata AKBP Nanang Wahyudi bersama jajaran, tim forensik, serta masyarakat yang mengikuti jalannya kegiatan dengan tertib.

Kapolres Lembata, AKBP Nanang Wahyudi, menegaskan bahwa proses penyidikan masih terus berjalan. Pihak kepolisian berencana memanggil sekitar 10 hingga 11 saksi untuk dimintai keterangan, dan hingga saat ini belum ada penetapan tersangka.

“Peningkatan status perkara akan dilakukan setelah melalui gelar perkara sesuai prosedur hukum. Hasil autopsi menjadi salah satu dasar penting dalam menentukan arah penyidikan,” jelasnya.

Dari sisi medis, dokter forensik dr. Edwin Tambunan, Sp.F, menyampaikan bahwa proses autopsi berlangsung sekitar 1,5 hingga 2 jam. Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap penyebab kematian secara ilmiah atas permintaan pihak kepolisian.

Dalam autopsi tersebut, tim forensik mengambil sejumlah sampel, termasuk jaringan hati terkait dugaan riwayat konsumsi alkohol, serta limpa untuk pemeriksaan toksikologi lanjutan.

Namun, kondisi jenazah yang telah mengalami pembusukan lanjut menjadi kendala dalam menentukan penyebab kematian secara pasti.

Meski demikian, tim menemukan adanya patah tulang, termasuk pada bagian tulang rusuk kiri dan kepala yang diduga berpotensi menyebabkan kematian.

Untuk memastikan hal tersebut, sampel akan dikirim ke Denpasar guna pemeriksaan lanjutan. Hasil lengkapnya akan dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Ketua DPRD Lembata, Safrudin Sira, mengimbau masyarakat agar tetap menjaga situasi kondusif dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Ia meminta publik memberikan kepercayaan penuh kepada aparat penegak hukum.

Sementara itu, Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, menegaskan bahwa autopsi merupakan bagian penting dalam mengungkap kebenaran dan memberikan keadilan bagi semua pihak.

“Pemerintah akan terus mengawal seluruh proses agar berjalan transparan, sesuai mekanisme, dan berdasarkan standar operasional yang berlaku,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat kepolisian, dan masyarakat dalam mengawal kasus ini hingga tuntas.

Menutup pernyataannya, Wabup Nasir mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Mari kita jaga situasi tetap aman dan kondusif serta mendukung aparat agar dapat bekerja maksimal. Dengan sikap bijak, kita berharap kebenaran dapat terungkap secara objektif dan menghadirkan keadilan bagi semua pihak,” pungkasnya. (*/rl1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version