iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

Banjir Lembata Rendam 107 Rumah, 1 Warga Meninggal, Pemkab Lakukan Penanganan Cepat

200
bekas banjir
Petugas membersihkan puing-puing akibat banjir. (Foto: Ist)
  • Bagikan

Lewoleba, RakyatLembata.ID – Pemerintah Kabupaten Lembata bergerak cepat menangani dampak bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah akibat cuaca ekstrem pada Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 17.00 WITA.

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang menyebabkan banjir di beberapa kecamatan, yakni Nubatukan, Nagawutung, dan Buyasuri.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!
Baca Juga:
Mediasi Konflik Akses Jalan Nilanapo–Balurebong Berujung Damai, Warga Teken Kesepakatan

Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq bersama Wakil Bupati H. Muhamad Nasir langsung turun ke lapangan sekaligus memimpin rapat evaluasi penanganan pascabanjir.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lembata, sebanyak 107 rumah warga terendam banjir. Selain itu, dua fasilitas umum mengalami kerusakan, yakni pagar Kantor Bupati dan pagar SDK Boto.

Tragisnya, satu warga bernama Markus Maring (75), asal Desa Atulaleng, Kecamatan Buyasuri, dilaporkan meninggal dunia akibat bencana tersebut.

Wilayah paling terdampak berada di Kelurahan Lewoleba Timur dengan 90 rumah terendam dan 330 jiwa terdampak. Sejumlah kelompok rentan seperti bayi, ibu hamil, lansia, dan penyandang disabilitas turut terdampak. Genangan juga dilaporkan terjadi di Kelurahan Selandoro, Lewoleba Selatan, dan Lewoleba Barat.

Banjir mulai surut pada Selasa malam sekitar pukul 22.00 WITA. Warga bersama aparat setempat bergotong royong membersihkan lumpur, sementara sebagian lainnya mengungsi ke rumah kerabat.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID

+ Gabung

  • Bagikan