Atadei, RakyatLEMBATA.ID – Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P., bersama Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Lembata, Fransiskus Gewura, menghadiri peresmian dan pemberkatan Gereja Stasi St. Agustinus Lewokukung di Kecamatan Atadei, Senin (15/6/2026).
Pemberkatan gereja dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, dan berlangsung dalam suasana penuh khidmat. Kegiatan tersebut turut dihadiri anggota DPRD Kabupaten Lembata, Sekretaris Keuskupan Larantuka, Ketua Yayasan Vinea Dei, Deken Lembata, para pimpinan perangkat daerah, unsur Forkopimcam, para pastor, imam, suster, bruder, diakon, frater, serta umat dari berbagai wilayah.
Rangkaian acara diawali dengan penandatanganan prasasti sebagai tanda peresmian gereja, dilanjutkan dengan pelepasan burung merpati yang melambangkan damai dan harapan, kemudian ditutup dengan Perayaan Ekaristi syukur bersama seluruh umat.
Dalam sambutannya, Bupati P. Kanisius Tuaq menegaskan bahwa seorang pemimpin harus hadir di tengah masyarakat dan memahami secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi rakyat.
“Pemimpin yang baik tidak hanya bekerja di balik meja kantor, tetapi harus turun langsung ke desa dan kampung untuk melihat, mendengar, serta merasakan kondisi nyata yang dialami masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Bupati, sinergi antara Gereja dan pemerintah memiliki peran penting dalam membangun masyarakat. Gereja berperan membina kehidupan iman umat, sedangkan pemerintah bertugas menghadirkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, keduanya harus berjalan beriringan untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut, Bupati mengajak masyarakat memanfaatkan potensi alam yang dimiliki Kabupaten Lembata, mulai dari kekayaan laut, lahan pertanian yang subur, hingga padang penggembalaan yang luas.
Ia mendorong masyarakat untuk terus mengembangkan sektor nelayan, pertanian, dan peternakan yang menjadi salah satu fokus pembangunan daerah.
Selain itu, Bupati mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menyerah menghadapi berbagai tantangan hidup. Menurutnya, setiap rezeki telah diatur Tuhan dan akan datang pada waktunya.
Pemerintah Kabupaten Lembata bersama DPRD, kata dia, juga berkomitmen menciptakan iklim yang nyaman bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi.
Di akhir sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Uskup Keuskupan Larantuka, para imam, seluruh umat, dan para donatur yang telah mendukung pembangunan Gereja Stasi St. Agustinus Lewokukung.
“Gereja yang megah ini diharapkan menjadi simbol cahaya yang senantiasa menerangi, menuntun, dan membawa kebaikan bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Uskup Keuskupan Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, mengaku bersyukur karena dalam rangkaian kunjungan pastoral di wilayah Paroki Kalikasa dan Paroki Lerek, Kecamatan Atadei, dirinya berkesempatan memberkati tiga gereja baru maupun gereja yang telah direnovasi.
Menurut Uskup, kemegahan Gereja St. Agustinus Lewokukung bukan semata-mata terlihat dari keindahan bangunannya, tetapi juga menjadi simbol agar kehidupan umat selalu diarahkan kepada kemuliaan Tuhan.
Ia juga memaknai pelepasan burung merpati yang kemudian hinggap menghadap gereja sebagai simbol kesetiaan umat kepada Tuhan.
“Kesetiaan itu hendaknya menjadi teladan bagi seluruh umat agar selalu memandang rumah Tuhan dan tekun dalam kehidupan doa,” pesannya.
Selain itu, prosesi adat ketika Uskup dipikul di atas sebuah perahu oleh empat pria dewasa dimaknai sebagai lambang perjuangan hidup. Menurutnya, setiap keberhasilan membutuhkan kerja keras, pengorbanan, dan ketekunan.
Di akhir sambutannya, Mgr. Yohanes Hans Monteiro menyampaikan apresiasi kepada seluruh umat Paroki Kalikasa, khususnya umat Stasi Lewokukung, yang telah bekerja keras mewujudkan pembangunan gereja tersebut.
Apresiasi serupa juga diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Lembata, DPRD, serta seluruh pihak yang telah mendukung dan mendampingi rangkaian kunjungan pastoral hingga selesai.
Peresmian dan pemberkatan Gereja Stasi St. Agustinus Lewokukung menjadi momentum penting bagi umat Katolik di Kecamatan Atadei. Lebih dari sekadar berdirinya sebuah rumah ibadah, momen ini menjadi simbol kuatnya semangat gotong royong, persatuan, dan kolaborasi antara Gereja, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun kehidupan beriman serta kesejahteraan bersama. (*/rl1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
