iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

SMKS Pariwisata Manisen Dhira Hadir di Lembata, Siapkan Generasi Muda jadi Pelaku Industri Wisata

200
SMK pariwisata lembata
Bupati Lembata membuka selubung papan nama SMKS Pariwisata Manisen Dhira. (Foto: Prokopim Lembata)
  • Bagikan

Lewoleba, RakyatLEMBATA.ID – Sebuah lahan seluas sekitar empat hektare di Desa Muruona, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, kini memiliki cerita baru.

Di kawasan Pasak Raya, jalur Simpang Hadakewa–Ile Ape–Kedang, lahan yang sebelumnya berpotensi tidak dimanfaatkan kini berkembang menjadi ruang belajar bagi generasi muda melalui SMKS Pariwisata Manisen Dhira.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Kehadiran sekolah tersebut membawa misi untuk menyiapkan anak-anak Lembata agar mampu melihat pariwisata bukan hanya sebagai sektor untuk mencari pekerjaan, tetapi juga sebagai ruang untuk berkarya, berinovasi dan menciptakan peluang usaha.

Langkah awal perjalanan sekolah tersebut disaksikan Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq bersama Ketua DPRD Kabupaten Lembata Syafrudin Sira, Plt. Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Lembata, pimpinan OPD, Camat Ile Ape, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sikka–Flores Timur–Lembata serta para orang tua siswa, Selasa, 11 Agustus 2026.

Kepala SMKS Pariwisata Manisen Dhira, Linus Beseng, S.Sos., mengatakan, pendirian sekolah berawal dari keinginan agar lahan sekitar empat hektare tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Lahan sekitar empat hektare ini sayang kalau dibiarkan menganggur atau dijual. Akan lebih bermakna jika didirikan sekolah yang bermanfaat bagi masyarakat Lembata ke depannya,” ujar Linus.

Fokus pada Kebutuhan Industri Pariwisata

Saat ini, SMKS Pariwisata Manisen Dhira telah memiliki tiga ruang belajar dengan sekitar 30 peserta didik. Para siswa mendapatkan pilihan untuk menekuni dua bidang yang berkaitan erat dengan kebutuhan industri pariwisata, yakni Perhotelan dan Kapal Pesiar serta Tours and Travel atau Usaha Perjalanan Wisata.

Pilihan bidang pendidikan tersebut dinilai relevan dengan potensi Lembata yang memiliki kekayaan alam, budaya, tradisi, kawasan pesisir hingga bentang pegunungan yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata.

Namun, potensi tersebut membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan kemampuan profesional. Keindahan alam dan kekayaan budaya tidak akan memberikan dampak maksimal apabila tidak dikelola secara baik dan berkelanjutan.

Karena itu, pendidikan vokasi pariwisata diharapkan menjadi salah satu jalan untuk mempersiapkan generasi muda Lembata menghadapi perkembangan industri pariwisata.

Bupati Lembata Dorong Siswa jadi Pencipta Lapangan Kerja

Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq mengatakan, kehadiran sekolah kejuruan seperti SMKS Pariwisata Manisen Dhira harus dipandang sebagai bagian dari upaya mempersiapkan generasi muda dengan keterampilan dan kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.

Menurutnya, sektor pariwisata memiliki ruang yang luas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan pekerjaan serta memperkenalkan kekayaan alam, budaya dan kearifan lokal Lembata kepada masyarakat yang lebih luas.

“Anak-anak kita tidak hanya dipersiapkan untuk diterima di dunia kerja, tetapi juga menjadi pencipta lapangan kerja dan pelaku usaha yang kreatif dan inovatif,” kata Petrus.

Pesan tersebut menjadi penting bagi para siswa yang mulai mengenal industri pariwisata sejak bangku sekolah. Mereka tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga perlu memperoleh pengalaman praktik yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Bupati juga mengingatkan para guru dan tenaga pendidik agar proses pembelajaran tidak berhenti pada teori. Pengalaman praktik, keterampilan, kreativitas dan pembentukan karakter harus menjadi bagian penting dalam pendidikan kejuruan.

Investasi Jangka Panjang untuk Pariwisata Lembata

Kehadiran SMKS Pariwisata Manisen Dhira dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi Lembata. Anak-anak yang saat ini belajar mengenai perhotelan, perjalanan wisata hingga kapal pesiar diharapkan dapat menjadi tenaga profesional yang mampu bersaing di berbagai destinasi wisata.

Pada saat yang sama, mereka juga diharapkan dapat kembali ke daerah dan mengembangkan potensi pariwisata Lembata.

Peluang tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai bidang, mulai dari membuka usaha perjalanan wisata, mengelola penginapan, mengembangkan paket wisata berbasis budaya hingga menciptakan inovasi baru yang mampu meningkatkan daya tarik Lembata bagi wisatawan.

Harapan tersebut ditandai dengan penanaman pohon yang dilakukan Bupati Lembata bersama Ketua DPRD Kabupaten Lembata di lingkungan sekolah.

Penanaman pohon menjadi simbol pertumbuhan dan proses panjang. Sebagaimana pohon membutuhkan waktu, perawatan dan ketekunan untuk tumbuh besar, demikian pula sekolah dan para siswa membutuhkan proses, kerja keras serta konsistensi untuk berkembang.

Di kawasan Pasak Raya, sebuah perjalanan pendidikan kini dimulai. Dari sekitar 30 siswa yang menjadi bagian awal SMKS Pariwisata Manisen Dhira, tersimpan harapan agar kelak lahir generasi muda yang bukan hanya mengenal pariwisata, tetapi mampu menjadi pelaku sekaligus menentukan arah masa depan pariwisata Lembata. (*/rl1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID

+ Gabung

  • Bagikan