Peserta karnaval berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari jajaran Pemerintah Kabupaten Lembata, paguyuban masyarakat Lamaholot Flores Timur, komunitas Alor, perwakilan sembilan kecamatan, instansi pemerintah, BUMN, pelaku usaha, sanggar seni, kelompok etnis, para tuan tanah adat, Desa Wisata Leuwayan, hingga Sanggar Fransisco Choir Lamahora.
Sepanjang rute, peserta menyuguhkan atraksi budaya yang menggambarkan kekayaan tradisi masyarakat Lamaholot yang diwariskan secara turun-temurun.
Masuk 125 Karisma Event Nusantara 2026
Dalam sambutannya, Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq mengaku bangga karena Festival Lamaholot 2026 berhasil masuk dalam daftar 125 Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang ditetapkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi pengakuan nasional atas kekayaan budaya Lamaholot yang layak dipromosikan hingga tingkat internasional.
“Budaya Lamaholot bukan hanya tentang ritual, tetapi adalah napas kehidupan. Ia hidup di Lembata, Adonara, Solor, Flores Timur, dan Alor. Ia terpatri dalam bahasa, terjalin dalam tenun, dan terjaga dalam ritual,” ujar Bupati.
Filosofi “Menenun Kehidupan”
Festival tahun ini mengangkat tema “Tue Taan Ago Lewo, Tane Taan Towe Tana” atau “Menenun Kehidupan”.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










