iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Bupati Lembata Serahkan Mesin Nelayan dan 10,2 Ton Beras untuk Warga Kedang

200
mesin kapal
Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq, S.P., menyerahkan bantuan mesin nelayan dan bantuan pangan beras kepada masyarakat Desa Kalikur, Kecamatan Buyasuri, Kabupaten Lembata, Rabu (26/8/2026). (Foto: Prokopim Lembata)
  • Bagikan

Salah satu rute yang sedang diperjuangkan adalah Surabaya–Lewoleba–Wini.

Menurut Bupati, keberadaan rute tersebut diharapkan dapat memangkas rantai distribusi barang yang selama ini membutuhkan perjalanan melalui sejumlah daerah dan jalur transit.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!
Baca Juga:
Lepas Kontingen MTQ Lembata 2026 ke Nagekeo, Wabup Nasir: Jaga Nama Baik Daerah

Konektivitas langsung diharapkan membuat pengiriman barang dan kendaraan logistik lebih efisien, mempercepat distribusi, sekaligus menekan biaya angkutan.

Pada akhirnya, efisiensi distribusi tersebut diharapkan dapat memberikan dampak terhadap harga barang yang diterima masyarakat.

Kanisius menjelaskan pembahasan rencana tersebut telah dilakukan bersama sejumlah kabupaten penyangga dalam pertemuan di Jakarta pada 27 Juli 2026.

Pembahasan lanjutan akan dilakukan di daratan Timor untuk merumuskan regulasi, kesiapan armada ekspedisi, serta dukungan masing-masing daerah.

Enam kabupaten penyangga, termasuk Lembata, Timor Tengah Utara, Belu, Malaka, dan Alor, diharapkan membangun kolaborasi agar rencana pengoperasian kapal besar tersebut dapat diwujudkan.

Rute Kupang-Pantar-Hadingmanuk jadi Alternatif Jalur Udara

Selain konektivitas laut, Pemkab Lembata juga memikirkan alternatif konektivitas udara untuk mengantisipasi gangguan penerbangan akibat aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok dan Gunung Lewotobi.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID

+ Gabung

  • Bagikan