Salah satu rute yang sedang diperjuangkan adalah Surabaya–Lewoleba–Wini.
Menurut Bupati, keberadaan rute tersebut diharapkan dapat memangkas rantai distribusi barang yang selama ini membutuhkan perjalanan melalui sejumlah daerah dan jalur transit.
Konektivitas langsung diharapkan membuat pengiriman barang dan kendaraan logistik lebih efisien, mempercepat distribusi, sekaligus menekan biaya angkutan.
Pada akhirnya, efisiensi distribusi tersebut diharapkan dapat memberikan dampak terhadap harga barang yang diterima masyarakat.
Kanisius menjelaskan pembahasan rencana tersebut telah dilakukan bersama sejumlah kabupaten penyangga dalam pertemuan di Jakarta pada 27 Juli 2026.
Pembahasan lanjutan akan dilakukan di daratan Timor untuk merumuskan regulasi, kesiapan armada ekspedisi, serta dukungan masing-masing daerah.
Enam kabupaten penyangga, termasuk Lembata, Timor Tengah Utara, Belu, Malaka, dan Alor, diharapkan membangun kolaborasi agar rencana pengoperasian kapal besar tersebut dapat diwujudkan.
Rute Kupang-Pantar-Hadingmanuk jadi Alternatif Jalur Udara
Selain konektivitas laut, Pemkab Lembata juga memikirkan alternatif konektivitas udara untuk mengantisipasi gangguan penerbangan akibat aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok dan Gunung Lewotobi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










