“Lembata adalah barometer kegiatan Gereja, sementara dekenat lain adalah termometernya. Lembata selalu memberikan inspirasi baru,” ujarnya.
Ia menilai, keberhasilan menghimpun ribuan anak dalam pembinaan iman menjadi bukti nyata kekuatan komunitas gereja di tengah perubahan zaman.
Pemerintah Dukung Pembinaan Karakter
Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, yang hadir bersama Ketua TP PKK Ny. Ursula Surat Bayo, menilai kegiatan ini sebagai investasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia.
“Jika kita tidak hadir membimbing mereka, mereka akan mencari arah sendiri yang belum tentu sesuai nilai kita,” ujar Bupati Kanis.
Ia juga menekankan pentingnya semangat Taan Tou (persatuan) dalam menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi generasi muda.
Paroki Muda Tunjukkan Kemandirian
Apresiasi khusus diberikan kepada Paroki St. Fransiskus de Sales Pada sebagai tuan rumah. Meski tergolong paroki muda dengan jumlah umat sekitar 2.000 jiwa, mereka dinilai berhasil menyelenggarakan kegiatan berskala besar dengan baik.
Kompetisi dan Obor Panggilan
Selain kegiatan rohani, jambore ini juga diisi berbagai lomba, seperti paduan suara dan mewarnai. Paroki Lamahora tampil dominan dengan meraih juara di sejumlah kategori.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










