Lewoleba, RakyatLembata.ID – Langit di atas Desa Pada, Kecamatan Nubatukan, mendadak gelap saat hujan deras mengguyur penutupan Jambore Anak dan Remaja Misioner (Sekami) Dekenat Lembata, Minggu (26/4/2026).
Namun, lebih dari 1.000 anak dari 19 paroki tetap bertahan di lapangan sepak bola Desa Pada. Di tengah hujan, mereka menutup rangkaian kegiatan dengan satu komitmen kuat: menjadi “misionaris cilik” di tanah Lomblen.
Jambore Sekami: Lebih dari Sekadar Kegiatan Gereja
Kegiatan yang berlangsung sejak 24 April 2026 ini mengusung tema “One in Christ, United in Mission”. Jambore ini tidak sekadar menjadi ajang pertemuan, tetapi juga wadah pembinaan iman dan karakter generasi muda Katolik di Lembata.
Di tengah tantangan era digital dan arus sekularisme, kegiatan ini menjadi langkah strategis Gereja dalam membentuk spiritualitas Generasi Alpha.
Selama tiga hari, para peserta mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari doa bersama, aksi sosial seperti pengumpulan derma untuk seminaris, hingga kegiatan peduli lingkungan.
Pesan Kuat dari Uskup Larantuka
Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, yang memimpin Ekaristi penutup, menyampaikan apresiasi atas semangat peserta dan peran Dekenat Lembata.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










