Lewoleba, RakyatLembata.ID – Suasana duka menyelimuti Desa Lolong, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata, NTT. Seorang pria berinisial SK (59), yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Sekolah di SD Inpres Lowoblolong, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di kebun Mitematapa, Selasa (12/5/2026).
Peristiwa memilukan ini pertama kali diketahui oleh istri korban, Lusia (57), sekitar pukul 05.30 WITA. Penemuan ini mengejutkan warga setempat, terlebih keluarga korban tengah mempersiapkan acara besar dalam waktu dekat.
Kronologi Penemuan Korban
Kejadian bermula saat Lusia terbangun dari tidur dan tidak mendapati suaminya di rumah. Setelah mencari di sekitar kampung namun nihil, Lusia menyadari bahwa parang yang biasa dibawa korban ke kebun sudah tidak ada. Ia pun memutuskan menyusul ke kebun Mitematapa yang berjarak sekitar 500 meter dari pemukiman.
Sesampainya di lokasi, Lusia awalnya hanya melihat jaket korban dan mengira suaminya sedang beristirahat di bawah pohon jambu mente. Namun, saat didekati dan dipanggil tidak menyahut, Lusia histeris menemukan suaminya sudah dalam posisi tergantung pada seutas tali nilon berwarna biru.
Di dekat jenazah korban, ditemukan barang-barang milik SK berupa parang, buku, dan bolpoin. Lusia yang terpukul langsung meminta bantuan warga yang sedang berada di Koperasi Merah Putih untuk mengevakuasi korban.
Hasil Pemeriksaan Medis dan Olah TKP
Pihak kepolisian dari Polres Lembata bersama tim medis dari Puskesmas Loang segera menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh dr. Leoni dari Puskesmas Nagawutung, ditemukan tanda-tanda identik bunuh diri.
- Kondisi Fisik: Lidah korban menjulur keluar dan berwarna hitam.
- Bekas Luka: Terdapat bekas jeratan tali di bagian leher.
- Luka Lain: Tidak ditemukan adanya luka lebam atau tanda kekerasan fisik lainnya di sekujur tubuh korban.
Setelah pemeriksaan, jenazah korban dibawa ke rumah duka menggunakan mobil pick-up untuk disemayamkan.
Diduga Terbebani Urusan Adat
Kapolres Lembata, AKBP Nanang Wahyudi, mengonfirmasi kejadian tersebut pada Rabu (13/5/2026). Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, kepolisian menduga motif di balik aksi nekat korban berkaitan dengan tekanan psikologis.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










