Pesan tersebut selaras dengan program prioritas Pemerintah Kabupaten Lembata di sektor Nelayan, Tani, dan Ternak (NTT).
Uskup mengajak umat untuk produktif mengelola lahan, namun tetap menjaga integritas sebagai pelayan Tuhan.
Ribuan Peserta Tetap Antusias
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Lebih dari seribu anak dan remaja yang tergabung dalam Teen School of Mission (TISOM) Angkatan Pertama tetap setia mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai, meskipun cuaca tidak menentu.
Panitia mencatat dukungan dari umat dan orang tua justru semakin kuat selama pelaksanaan jambore yang berlangsung selama tiga hari tersebut.
Awal Misi Baru Remaja Katolik
Turut hadir dalam kegiatan ini Romo Deken Lembata RD. Blasius Masan Kleden, anggota DPRD Lembata, jajaran pemerintah daerah, serta para imam dan suster.
Penutupan jambore ini diharapkan menjadi awal bagi para remaja misioner untuk kembali ke paroki masing-masing dengan semangat persatuan, iman yang kuat, serta komitmen untuk menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat. (*/rl1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










