Lewoleba, RakyatLEMBATA.ID – Pemerintah Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), memperkuat sinergi antara data, perencanaan dan penganggaran dalam upaya menanggulangi AIDS, Tuberkulosis (TBC), Malaria serta berbagai penyakit menular lainnya.
Komitmen tersebut dibahas dalam Lokakarya Analisis Data Realisasi Versus Data Anggaran Program AIDS, TBC dan Malaria (ATM) yang digelar Bappelitbangda Kabupaten Lembata di Aula Hotel Olympic Lewoleba, Rabu (2/9/2026).
Lokakarya tersebut menjadi ruang evaluasi untuk memastikan program penanggulangan penyakit menular memiliki dasar data yang akurat sekaligus didukung penganggaran yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan diikuti sejumlah perangkat daerah dan instansi terkait, antara lain Dinas Kesehatan, BKAD, Bagian Hukum Setdakab Lembata, Dinas PMD serta Dinas Kominfo Lembata.
Lokakarya juga menghadirkan narasumber dari Tim RSSH (Resilient & Sustainable System for Health) Adinkes Provinsi NTT, dr. Ignatius Henyo Kerong. Sejumlah unsur lintas sektor turut terlibat, termasuk Ketua TP PKK Kabupaten Lembata, Ny. Ursula Surat Bayo.
Evaluasi Program dan Anggaran ATM 2023-2025
Ketua Panitia Pelaksana, Yohanes Bosco S. Bataona, mengatakan lokakarya tersebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki tata kelola perencanaan dan penganggaran program penanggulangan penyakit menular di Kabupaten Lembata.
Menurutnya, pembahasan difokuskan pada analisis data realisasi program dan anggaran periode 2023-2025.
Hasil evaluasi tersebut selanjutnya diharapkan menjadi bahan penting dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran program pada 2026.
Kegiatan ini mendapat dukungan hibah The Global Fund melalui skema RSSH, dengan harapan rekomendasi yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program dan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
DPRD Lembata Minta Data Harus Kredibel
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lembata, Fransiskus Xaverius B. N atau Ciku Namang, menegaskan pentingnya penggunaan data konkret sebagai dasar dalam perencanaan pembangunan dan pembahasan anggaran daerah.
Menurutnya, hasil lokakarya tidak boleh berhenti pada pemaparan data, tetapi harus menghasilkan rekomendasi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Pemaparan data kita musti lebih selektif, lebih hati-hati terutama dalam penggalian data atau survei harus kredibel, dapat dipertanggungjawabkan,” ungkap Ciku Namang.
Ia juga menyoroti keberadaan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Lembata yang dinilai perlu dibenahi sesuai rekomendasi DPRD, termasuk dari sisi struktur dan personel.
Penguatan kelembagaan dinilai penting agar penanggulangan AIDS dapat dilakukan secara lebih terarah dan terkoordinasi.
Bupati Kanis Tuaq Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Sementara itu, Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq melalui Asisten III Bidang Administrasi Umum Yohanes Berchmans Daniel Dai menegaskan bahwa penanggulangan AIDS, TBC dan Malaria tidak dapat dibebankan hanya kepada sektor kesehatan.
Menurut Bupati, persoalan penyakit menular memiliki keterkaitan dengan berbagai aspek pembangunan sehingga membutuhkan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor.
“Data harus menjadi dasar dalam mengambil kebijakan. Perencanaan yang baik harus diterjemahkan dalam penganggaran yang tepat, sehingga setiap sumber daya yang tersedia dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegas Bupati.
Pendekatan lintas sektor diperlukan karena keberhasilan pengendalian penyakit menular tidak hanya ditentukan oleh layanan kesehatan, tetapi juga dipengaruhi kondisi sosial, lingkungan, perilaku masyarakat dan dukungan kebijakan pemerintah.
Anggaran Penanggulangan Penyakit Menular Harus Tepat Sasaran
Di tengah keterbatasan fiskal daerah, Bupati Kanis Tuaq meminta seluruh perangkat daerah memastikan setiap program dan anggaran disusun secara efisien, terukur dan tepat sasaran.
Penggunaan data yang valid menjadi penting agar anggaran daerah benar-benar diarahkan pada persoalan yang membutuhkan penanganan prioritas.
Melalui lokakarya tersebut, Pemkab Lembata berharap terdapat keterhubungan yang lebih kuat antara data realisasi, kebutuhan masyarakat, perencanaan pembangunan dan penganggaran.
Pesan utama yang mengemuka adalah bahwa data yang akurat harus berjalan seiring dengan perencanaan dan anggaran yang tepat.
Dengan pendekatan tersebut, program penanggulangan AIDS, TBC, Malaria dan penyakit menular lainnya diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih nyata bagi masyarakat Kabupaten Lembata. (*/rl1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










