Menurutnya, pembahasan difokuskan pada analisis data realisasi program dan anggaran periode 2023-2025.
Hasil evaluasi tersebut selanjutnya diharapkan menjadi bahan penting dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran program pada 2026.
Kegiatan ini mendapat dukungan hibah The Global Fund melalui skema RSSH, dengan harapan rekomendasi yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi program dan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
DPRD Lembata Minta Data Harus Kredibel
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lembata, Fransiskus Xaverius B. N atau Ciku Namang, menegaskan pentingnya penggunaan data konkret sebagai dasar dalam perencanaan pembangunan dan pembahasan anggaran daerah.
Menurutnya, hasil lokakarya tidak boleh berhenti pada pemaparan data, tetapi harus menghasilkan rekomendasi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Pemaparan data kita musti lebih selektif, lebih hati-hati terutama dalam penggalian data atau survei harus kredibel, dapat dipertanggungjawabkan,” ungkap Ciku Namang.
Ia juga menyoroti keberadaan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Lembata yang dinilai perlu dibenahi sesuai rekomendasi DPRD, termasuk dari sisi struktur dan personel.
Penguatan kelembagaan dinilai penting agar penanggulangan AIDS dapat dilakukan secara lebih terarah dan terkoordinasi.
Bupati Kanis Tuaq Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Sementara itu, Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq melalui Asisten III Bidang Administrasi Umum Yohanes Berchmans Daniel Dai menegaskan bahwa penanggulangan AIDS, TBC dan Malaria tidak dapat dibebankan hanya kepada sektor kesehatan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










