Lewoleba, RakyatLembata.ID – Wakil Bupati Lembata, Haji Muhamad Nasir, S.Sos., secara resmi membuka kegiatan Edukasi Gizi dan Pelatihan Kader Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) Tingkat Kabupaten Lembata Tahun 2026 di Aula Anton Enga Tifaona, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Lembata melalui Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinsosP2KB) itu bertujuan meningkatkan kapasitas kader dalam percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Lembata.
155 Peserta Ikuti Pelatihan DASHAT
Pelatihan tersebut dihadiri Staf Ahli Bupati, Ketua TP PKK Kabupaten Lembata, pimpinan OPD, Ketua PERSAGI Kabupaten Lembata, para narasumber, PKB/PLKB, kader DASHAT, serta tenaga ahli gizi dari puskesmas dan desa se-Kabupaten Lembata.
Panitia menyebut jumlah peserta mencapai 155 orang yang terdiri dari OPD KB Kabupaten, kader DASHAT, tenaga ahli gizi, serta PKB/PLKB.
Para peserta mendapatkan materi terkait edukasi gizi, pola makan sehat, pengolahan pangan lokal bergizi, hingga strategi pemberdayaan masyarakat dalam mendukung percepatan penurunan stunting.
Wabup Lembata: Stunting Ancaman Masa Depan SDM
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lembata Haji Muhamad Nasir menegaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan tinggi badan anak, tetapi masalah serius yang berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Berbicara tentang Indonesia Emas 2045, penanganan stunting adalah bagian dari fondasi menuju masa depan tersebut, termasuk masa depan Kabupaten Lembata,” ujar Muhamad Nasir.
Menurutnya, anak yang mengalami stunting berisiko memiliki kemampuan kognitif rendah, daya tahan tubuh lemah, dan produktivitas menurun saat dewasa.
Karena itu, ia menekankan penanganan stunting harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Kader DASHAT jadi Garda Terdepan Edukasi Gizi
Wakil Bupati juga menyoroti pentingnya peran kader DASHAT sebagai ujung tombak dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemenuhan gizi keluarga.
Melalui pelatihan ini, kader diharapkan tidak hanya memahami teori gizi seimbang dan perilaku hidup bersih dan sehat, tetapi juga mampu mengimplementasikan serta menyebarluaskan pengetahuan tersebut di lingkungan masing-masing.
Ia juga mendorong pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber makanan sehat dan bergizi yang mudah diakses masyarakat.
“Penanganan stunting membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, kader, hingga masyarakat,” tegasnya.
Pelatihan Didukung Dana DAK BOKB 2026
Panitia menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
Selain edukasi gizi, pelatihan juga mendorong pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga serta penguatan ekonomi masyarakat berbasis pangan lokal.
Kegiatan Edukasi Gizi dan Pelatihan Kader DASHAT ini didanai melalui APBD Kabupaten Lembata Tahun Anggaran 2026 menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) BOKB Tahun 2026.
Pemkab Lembata Targetkan Generasi Bebas Stunting
Mengakhiri sambutannya, Wakil Bupati Lembata mengajak seluruh peserta menjadi agen perubahan dalam mendukung upaya penurunan stunting di daerah.
Pemerintah Kabupaten Lembata berharap kader DASHAT dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat sehingga tercipta generasi Lembata yang sehat, cerdas, dan berkualitas. (*/rl1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










