“Berbicara tentang Indonesia Emas 2045, penanganan stunting adalah bagian dari fondasi menuju masa depan tersebut, termasuk masa depan Kabupaten Lembata,” ujar Muhamad Nasir.
Menurutnya, anak yang mengalami stunting berisiko memiliki kemampuan kognitif rendah, daya tahan tubuh lemah, dan produktivitas menurun saat dewasa.
Karena itu, ia menekankan penanganan stunting harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Kader DASHAT jadi Garda Terdepan Edukasi Gizi
Wakil Bupati juga menyoroti pentingnya peran kader DASHAT sebagai ujung tombak dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemenuhan gizi keluarga.
Melalui pelatihan ini, kader diharapkan tidak hanya memahami teori gizi seimbang dan perilaku hidup bersih dan sehat, tetapi juga mampu mengimplementasikan serta menyebarluaskan pengetahuan tersebut di lingkungan masing-masing.
Ia juga mendorong pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber makanan sehat dan bergizi yang mudah diakses masyarakat.
“Penanganan stunting membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, kader, hingga masyarakat,” tegasnya.
Pelatihan Didukung Dana DAK BOKB 2026
Panitia menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










