“Saat ini kapasitas sumber air PDAM tercatat sebesar 92 liter per detik, namun kapasitas terpasang baru mencapai 55 liter per detik dengan produksi aktual sebesar 36 liter per detik,” ujarnya.
Dari total produksi tersebut, distribusi kepada pelanggan baru mencapai 23,60 liter per detik dengan rata-rata jam operasi 12 jam per hari.
PDAM juga mencatat tingkat kehilangan air masih berada pada angka 24,65 persen dengan jumlah pelanggan aktif sebanyak 6.623 sambungan rumah.
Manajemen PDAM menilai masih terdapat kesenjangan antara potensi sumber air dengan tingkat pemanfaatannya. Beberapa persoalan utama yang dihadapi antara lain tingginya NRW, distribusi air yang belum merata, tekanan air yang belum stabil, jaringan pipa yang menua, serta pertumbuhan pelanggan yang belum optimal.
Untuk Tahun 2026, PDAM memproyeksikan pendapatan sebesar Rp5,14 miliar dengan total beban operasional mencapai Rp5,08 miliar.
Dari perhitungan tersebut, perusahaan diperkirakan memperoleh surplus awal sebesar Rp59,93 juta.
Melalui langkah penurunan NRW, peningkatan efektivitas penagihan rekening pelanggan, dan efisiensi biaya operasional, perusahaan menargetkan tambahan perbaikan keuangan sebesar Rp355,56 juta.
Dengan demikian, proyeksi surplus aman usaha diperkirakan meningkat menjadi Rp415,49 juta pada akhir tahun 2026.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatLembata.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










